News Room, Selasa ( 14/04 ) Bahasa Madura dari dulu hingga sekarang merupakan lingua franca. Seperti yang diketahui, secara historis, daerah tapal kuda yang meliputi beberapa Kabupaten, seperti Lumajang, Situbondo, Jember, Probolinggo, Banyuwangi, Pasuruan, dan yang tentu 4 Kabupaten di Pulau Madura sendiri menggunakan bahasa Madura sebagai komunikasi sehari-hari dalam setiap kegiatan formal maupun informal. Meski setelah pasca kemerdekaan hal itu dibatasi, disebabkan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan atau bahasa nasional.
“Namun, jika melihat kondisi Bahasa Madura saat ini di tangan para penuturnya, Bahasa Madura tak hanya lantas menjadi lingua franca, namun lebih dari itu, secara sarkastik, bahasa Madura menjadi populer melalui banyolan-banyolan konyol yang pada hakikatnya menempatkan bahasa ini pada level pelecehan budaya tertinggi,”kata salah seorang pemerhati Bahasa Madura di Sumenep, RB. Abdul Karim, pada News Room, Selasa (14/04).
Pria yang akrab dipanggil Gus Karim ini mencontohkan di tahun 1970-an, Bahasa Madura sering diplesetkan oleh pelawak-pelawak televisi. Parahnya, kebanyakan pelawak itu bukan berlatar Madura asli, sehingga jelas banyak melanggar kaidah-kaidah berbahasa Madura yang benar.
“Akibatnya yang populer itu bahasa Madura yang tak benar,”tambah pensiunan guru SD yang memang mengampu pelajaran Bahasa Madura ini.
Tak hanya film, banyak iklan-iklan yang dipampang di berbagai ruas jalan, juga sudah keluar dari jalur ejaan yang benar. “Seperti contohnya kata Madura itu ditulis Madure. Itu seharusnya tetap memakai vocal /a/ bukannya /e/,”imbuh ayah 2 anak ini.
Menurut Gus Karim huruf vocal /a/ dalam bahasa Madura memiliki beberapa suara. Seperti contohnya kata apa, bakna, dan aing. Ada yang tetap dibaca seperti huruf aslinya, tapi ada yang berubah pelafalannya.
“Jadi mari, khususnya para generasi muda dan pemerhati Bahasa Madura, kita harus bisa melestarikan Bahasa Madura ini. Tidak harus populer ke luar, kalau kenyataannya seperti ini. Boleh populer, tapi populer dengan cara yang sehat,”pungkasnya sambil tersenyum. ( Farhan, Esha )