News Room, Sabtu ( 23/05 ) Masyarakat Desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan patut dijuluki gudangnya orang-orang trampil, sebab hampir semua potensi alam yang dimiliki, tidak luput dari jamahan tangan-tangan trampil yang ada disana. Terbukti, dari salah satu tumbuhan siwalan, yang hampir mengitari seluruh tanah Desa yang luasnya sekitar 341.000 hektar itu. Semua bagian dalam pohon itu dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari daun mudanya untuk berbagai macam anyaman, seperti tikar, dendeng tempat beras dan sebagainya. Kemudian air siwalan dibuat gula merah, cuka dan sebagainya. Sedangkan buahnya malah biasanya tidak terlalu dianggap penting, bahkan ada yang diberikan pada orang yang mau naik sendiri untuk dijual. Sementara batang yang sudah tua dijadikan bahan-bahan bangunan dan sebagainya. Kepala Desa Aeng Panas, Ma'mon Amar, S.Ag ketika ditemui News Room mengungkapkan, hampir mayoritas masyarakat Desanya memiliki ketrampilan dibidang masing-masing. Bahkan pengrajin meubeler juga cukup banyak. meskipun memag tidak banyak pengusaha meubeler, seperti di Desa lain, namun yang membuat kerjaan meubeler sendiri dirumah masing-masing sangat banyak. "Mereka kadang memang menerima pesanan dari para pedagang dan masyarakat biasa atau malah memang membuat sendiri untuk dijual ketika ada orang yang menginginkan,"ujar Ma'mun. Kades yang sudah dua kali menjabat ini, mengaku tidak tahu menahu soal darimana masyarakat memiliki keahlian itu. Namun yang jelas, kemungkinan memang tumbuh secara turun temurun. Bahkan sebagian, jika memang sudah tidak ada garapan membuat hasil kerajinan, mereka pada musim-musim tertentu malah mencari ikan dan sebagian juga menjadi tukang pasir yang hasilnya banyak menumpuk di pinggir jalan Desa Aeng Panas. Namun yang jelas, disamping memiliki keahlian dibidang ketrampila yang bisa dijadikan lahan mencari rizki, menurut Kades lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, tetap harus mensyukuri ilmu yang telah dimiliki untuk hal-hal yang positif, sehingga hasilnyapun akan berkah dan akan tetap terjaga dengan baik. Jika itu tidak dilakukan maka keberkahan akan sirna, dan hanya tinggal keringnya keringat kuning saja. ( Ren, Esha )