News Room, Senin ( 15/11 ) Sebanyak 35 ekor kuda dan 15 kelompok Saronen mengikuti Festifal Musik Tradisional Saronen dan Jaran Serek, Minggu, (14/11) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 741 Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut melepas secara resmi oleh Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si di depan Rumah Dinas Bupati. Bupati mengatakan, pihaknya melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep sengaja menggelar kegiatan seni dan budaya tradisoinal, bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan seni dan budaya masyarakat, agar semua elemen tidak melupakan budayanya. Bahkan semua pihak, baik Pemerintah dan elemen masyarakat membangunan komitmen untuk melestarikannya dan mengembangkannya seiring kemajuan ilmu dan teknologi. ”Salah satunya, yakni seni dan budaya Jaran Serek dan Saronen ini merupakan kesenian khas masyarakat Sumenep yang harus dilestarikan, sebab keduanaya itu tidak lain berupa warisan budaya yang tak ternilai dari nenek moyang,”tegasnya. Bupati menyatakan, seni dan budaya masyarakat Sumenep diharapkan mampu menjadi potensi lokal, termasuk Jaran Serek dan Saronen, sebagai upaya menarik wisatawan luar daerah dan mancanegara untuk berkunjung ke Sumenep. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM mengungkapkan, dengan kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk melestarikan keberadaan Jaran Serek dan kelompok Saronen di Sumenep, dan pihaknya mengagendakan kegiatan semacam ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep. ”Kami bertekad untuk mengadakan kegiatan ini setiap tahun, agar dapat memotivasi masyarakat melestarikan budaya lokal, baik dalam bentuk lomba dan festival termasuk pegelaran seni dan budaya yang lain,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )