News Room, Senin ( 28/10 ) Pencak silat merupakan warisan budaya asli Indonesia yang tumbuh dimasa lampau dan berkembang hingga ke manca negara. Walaupun tidak tercatat secara resmi dalam sejarah Indenesia, tetapi pencak silat terus tumbuh sejak awal keberadaban bangsa, bersamaan dengan lahirnya Bumi Pertiwi ini. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam sambutannya sesaat sebelum melepas Kirap Perguruan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sumenep 2013, di depan Masjid Jamik Sumenep, Minggu sore (27/10). Menurutnya, dalam sejarah transformasi pencak silat memiliki peran penting. “Sejak masa prasejarah, pencak silat diperlukan dalam mempertahankan hidup atas ganasnya alam. Karena saat itu kehidupan bergantung pada kondisi alam,”ujarnya. Ditambahkan, dimasa kerajaan, pencak silat sebagai alat kekuasaan, baik dalam mempertahankan maupun peran lainnya. Sedangkan dimasa penjajahan, pencak silat sangat berperan besar dalam mengusir para penjajah. Dan saat ini, pencak silat tidak hanya diperlukan untuk membela diri semata, namun berkembang sebagai alat pemersatu, bahkan sebagai bagian dari identitas bangsa. “Bahkan pencak silat telah ikut andil dalam mengharumkan budaya dan nama bangsa lewat prestasi diberbagai kejuaraan, baik regional, nasional hingga internasional,”tambahnya. Sementara, Ketua IPSI Cabang Sumenep, Surnaryo Rasyid Sofa menjelaskan, kegiatan Kirap Perguruan IPSI, memiliki tema “Kita Perkuat Solidaritas dan Tali Persaudaran Anggota Perguruan IPSI Menuju Masyarakat Yang Beradap dan Bermartabat”. “Maksud kegiatan ini untuk menunjukkkan IPSI bisa berdiri tegar, dan berupaya keras dalam membangun Sumenep secara instruktif dan kondusif,”jelasnya. Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 1.500 pesilat dari 12 perguruan silat di Sumenep tersebut, juga dilakukan penobatan kepada Bupati Sumenep, sebagai Dewan Kehormatan Pembina IPSI Sumenep masa Bhakti 2013-2018. ( Ren, Esha )