Media Center, Selasa ( 06/06 ) Putri Andriyana konon masih bersaudara dengan Ratu Belanda di masa itu.
Entah di masa Raja siapa. Namun, jika dilihat dari masa
hidup Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, suaminya, kemungkinan di masa keluarga Willem I, atau setelahnya.
“Beberapa waktu lalu, lewat salah satu famili, didapat keterangan bahwa Andriyana bersaudara kandung dengan penguasa yang merupakan leluhur Ratu Belanda saat ini,”kata RB. Moh. Muhlis, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep, pada Media Center.
Setelah dinikahi oleh Sultan Sumenep, Putri
Andriyana masuk agama Islam. Menurut penuturan almarhum RB.
Mukarram, salah satu Tim Penulis Buku Sejarah Sumenep (2003), setelah
masuk Islam dan dinikahi, Sultan Sumenep mengganti namanya. “Sultan
menggantinya dengan Fathimah,” kata Mukarram atau Gus Emmo, beberapa
tahun lampau.
Terkait info bahwa Andriyana ini adalah saudara
kandung penguasa Belanda kuna, didapat juga keterangan bahwa warisan
milik beliau ini masih ada di Belanda. Hanya saja, untuk dialih
tangankan pada pewaris saat ini, menurut Muhlis membutuhkan banyak
persyaratan. “Salah satunya keterangan pernikahan dengan Sultan
Sumenep,”katanya sambil tersenyum.
Seperti yang diberitakan
kemarin, Media Center mengangkat cerita tentang salah satu isteri
penguasa legendaris Sumenep ini. Berawal dari sebuah cungkup kecil di
area Asta Tinggi Sumenep yang sejak dulu sempat menimbulkan banyak
tanya. Di dalam cungkup itu ada sebuah makam kuna yang kini sudah
dipugar, dengan tambahan keterangan berupa papan nama bertulis Nyai
Andrina. Nama yang semestinya ialah Andriyana.
Dengan Putri Eropa
ini, Sultan Sumenep memperoleh seorang putra bernama R. Ario Joyowinoto
alias Haji Abdul Manam. Sang Putra ini berumah di Kampung Baru,
Kepanjin. ( M Farhan, Esha )