Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-12-2009
  • 328 Kali

Tutup Aliran Air, 4 Kuburan Keluarga Dibongkar Paksa

News Room, Rabu ( 16/12 ) Gara-gara menutup aliran air di lokasi persawahan, akhirnya empat kuburan milik keluarga Jannatun (43), di Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, dibongkar paksa, pada Rabu (16/12) pagi. Kuburan tersebut berada dilahan milik Nahrawi (41), warga setempat. Pembongkaran itu, bermula dari penutupan aliran air yang dilakukan oleh Jannatun untuk keperluan lahan pertanian. Sebab, lahannya sudah 6 bulan tidak dialiri air. Petugas dari pengairan setempat tidak memberi air pada Jannatun, padahal untuk mengalirkan air kehilir harus melintasi lahan milik Jannatun. Karena kesal tidak bisa bercocok tanam, akhirnya aliran air yang melintas dilahannya ditutup dengan menggunakan gundukan tanah. Akibatnya, lahan yang ada dihilir milik Jannatun juga tidak teraliri air. Pemilik lahan kuburan yang juga mempunyai lahan pertanian dihilir akhirnya marah dan meminta kuburan sesepuh Jannatun dibongkar. Jannatun (43), warga Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, mengaku sangat kecewa ketika kuburan sesepuhnya harus dibongkar. “Karena yang mempunyai lahan tidak ikhlas, maka terpaksa kuburan sesepuh saya dibongkar,” kata Jannatun di rumahnya, Rabu (14/12). Proses pembongkaran kuburan ini mendapat pengawalan ketat dari Polsek Ambunten. Sementara, Kapolsek Ambunten AKP Sumaryono mengatakan, pembongkaran ini dimungkinkan pihak Janntun meresa malu terhadap Nahrawi selaku pemilih lahan, yang telah menyebarluaskan kabar kurang sedap. “Diduga karena malu, akhirnya kuburan keluarga besar Janntun langsung dibongkar paksa, pada Rabu (16/12) pagi,”ungkapnya menegaskan. Sumaryono menjelaskan, saat ini pihaknya berusaha melakukan upaya damai antara kedua belah pihak. “Aparat desa dan warga yang mempunyai sengketa akan segera dipanggil untuk difasilitasi. Karena, kalau ini dibiarkan maka potensi malasah lain akan muncul. Sebab, aksi penutupan terhadap aliran air akan dilakukan lagi oleh keluarga Jannatun setelah pembongkaran kuburan,” katanya. Kuburan yang dibongkar itu atasnama Ny Suhra sudah 21 tahun dikubur, Pak Hemah sudah 7 tahun, Absan dan Masduki sudah hampir 1 abat dikubur. Kuburan tersebut merupakan sesepuh dari Jannatun. ( Nita, Esha )