fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
image

Keraton Sumenep Warisan Arsitekur Masa Lampau

Sama halnya jogja sumenep juga memiliki bangunan sejarah berupa Keraton Sumenep yang keberdaannya masih lestari dan terawat hingga saat ini, seperti layaknya bangunan keraton lainnya keraton sumenep juga merupakan bangunan tempat tinggal para raja sumenep di masa lampau, keberadaannya sekaligus bukti kejayaan kerajaan sumenep di masalampau dimana menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nusantara.

Usia bangunan Keraton sumenep hampir sama dengan banguan masjid jamik yakni dimasa pemerintahan panembahan sumolo, corak arsitektur perpaduan eropa, cina, arab dan madura juga kental maklum arsitek dari keraton sumenep juga sama dengan bangunan masjid jamik yakni Lauw Piango yang merupakan arsitek keturunan tionghoa.

 Komplek bangunan keraton terdiri dari berbagai banguan, diantaranya Bangunan Utama Keraton yang merupakan tempat tinggal raja, Pendopo Agung yang fungsi utamanya dulu merupakan tempat menerima tamu namun seiring perjalanan waktu fungsi pendopo saat ini menjadi tempat acara penting pemerintah kabupaten sumenep, disisi timur terdapat taman sare (taman sari) yang merupakan tempat pemandian putri keraton,

 Sedangkan di sebelah barat merupakan gedung koneng (kuning) yang dulunya difungsikan sebagai kantor pemerintah belanda VOC namun saat ini telah beralih fungsi sebagai musium untuk menyimpan barang peninggalan keraton yang masih terawat dengan baik. Didepan bangunan keraton terdapat Gedong Negeri yang fungsinya sama dengan gedong koneng dan kini beralih fungsi sebagai kantor dinas pariwisata namun keberaannya tetap terawat.

 Sebenarnya keberadaan 2 gedung tersebut merupakan bagian dari strategi kerajaan sumenep untuk meminimalisir keberadaan VOC di sumenep sehingga VOC disumenep tidak lebih dari hanya sebuah organisasi dagang asing tanpa bisa menjajah secara artian langsung (menindas rakyat sumenep).

 Disebelah timur gedung negeri terdapat untuk pintu gerbang yang juga terkenal dengan sebutan labeng mesem (pintu senyum) yang merupakan akses masuk utama menuju komplek keraton, asal usul dari pemberian nama tersebut terdapat beberapa versi, ada yang menyebut bahwa labeng mesem merupakan simbol kepada setiap orang yang akan memasuki keraton diharapkan tersenyum, ada juga kerena terdapat simbol patung orang tersenyum sehingga gerbang tersebut dinamakan labeng mesem, dan sebagian orang juga berpendapat bahwa pemberian nama tersebut di latar belakangi kebiasaan raja yang senantiasa tersenyum saat mengawasi putri-putri keraton yang sedang mandi di taman sare dari atas balkon gerbang tersebut.

 Point Of Interst dari Keraton Sumenep :

Daya tarik utama dari keraton sumenep adalah kelestarian bangunan yang masih terjaga dengan baik hampir seluruh bagian keraton tidak mengalami perubahan, bahkan wisatawan yang berkunjung juga dapat melihat tempat tidur raja yang keberadaannya tidak berubah sedikitpun, bahkan Pemimpin Kabupaten Sumenep pun tidak menempati tempat tersebut, para pemimpin sumenep menempati rumah dinas yang berada di utara dari banguan utama keraton sumenep.

 Destinasi Keraton Sumenep merupakan dayatarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin mengetahui sejarah sumenep masa lalu serta penikmat arsitektur bersejarah.

 

Akses

Tips dan akses Keraton Sumenep :

 Menuju Keraton Sumenep sangat mudah diakses karena keberadaannya yang ada di pusat kota, sama dengan tata kota bersejarah kainnya keberadaan Keraton tidak terlepas dari keberadaan masjid (tempat Ibadah) dan alun-alung (ruang terbuka publik).

 Bila Masjid jamik terdapat di sebelah barat dari alun-alun (yang kini bernama taman adipura) maka keraton sumenep berada disebelah timurnya, tata ruang yang demikian konon merupakan aktualisasi dari hablum minallah dan hablum minannas sedangkan alun-alun merupakan tempat interaksi antara rakyat dan pimpinannya.

 Tips :

Untuk menjelajahi komplek keraton yang juga terintegrasi dengan keraton sumenep para wisatawan akan dipandu oleh Pemandu (guide) yang akan menujukkan seluruh komplek bangunan yang ada di keraton sumenep termasuk sejarah dari setiap detail bangunan keraton.

Karena itulah waktu terbaik untuk mengujungi keraton sumenep adalah siang hari (jamkerja) karena malam hari keraton sumenep tertutup untuk umum.

Fasilitas publik juga cukup memadai seperti tempat sampah, dan toilet yang kebersihannya cukup terjaga.


Fasilitas

  • kamar bilas
  • parkir
  • toilet umum
  • Kantin/resto/warung
  • gazebo/tempat peristirahatan
  • Tempat Ibadah (Masjid/mushollah)

image
  • Sumenep adalah Kota Keris

Klaim UNESCO kepada terhadap Sumenep sebagai kota keris memang bukan hal yang berlebihan , karena di Kabupaten Sumenep, keris telah menjadi budaya ...

image
  • Kota tua Kalianget

Sejak jaman Hindia Belanda kalianget merupakan kalianget telah menjelma menjadi destinasi penting, karena kalianget menjadi pusat produksi dan distribusi garam ...

image
  • Aktualisasi Budaya dalam Sebuah Gerakan Gemulai (tari moangsangkal)

berbicara moang sangkal maka yang akan ada di benak kita adalah sumenep, dimana gerakan tari yang ciptakan oleh taufikurahman (seniman ...

image
  • Gua Kandalia

Obyek wisata Goa Kandalia terletak di pinggiran Desa Langsar Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Tepatnya ±17 Km kearah selatan kota ...