News Room, Rabu ( 12/10 ) Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, membentuk Tim Promotif Preventif untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Dwi Regnani, Rabu (12/10) kepada News Room mengungkapkan, dalam Tim Promotif Preventif itu ada lima orang anggota dari Dinas Kesehatan yang akan turun ke sejumlah Puskesmas.
“Jadi, lima orang tim ini nanti akan turun ke semua Puskesmas secara bergantian untuk melakukan sosialisasi antisipasi penyakit DBD.”ungkapnya.
Dikatakan Regnani, jika nantinya petugas Puskesmas juga akan turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan pengecekan kebersihan lingkungan dan jentik di kamar mandi.
Untuk itu pihaknya berharap kepada masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama membersihkan tempat-tempat yang berpotensi terjadi genangan air yang menimbulkan jentik berkembang biak.
Ditambahkan, untuk membersihkan lingkungan tidak harus menunggu ada korban terlebih dahulu. Dan jadikan membuang sampah yang sekiranya menimbulkan adanya jentik, sebagai kebiasaan. Sebab, korban DBD di Kabupaten Sumenep cukup banyak, selama tahun 2016, sejak Januari hingga September, sudah tercatat sebanyak 996 orang terjangkit penyakit DBD dengan jumlah kematian sebanyak 5 orang.
“Penyebaran penderita DBD hingga meninggal dunia berada di Kecamatan Kota, Kalianget dan Kecamatan Pragaan masing-masing satu orang dan Kecamatan Rubaru 2 orang,” tambahnya. ( Ren, Fer )