Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-03-2006
  • 494 Kali

14 JUTA LEBIH PENDUDUK INDONESIA MENDERITA GIZI BURUK

Sumenep-Infokom News Room : Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia, sebanyak enam prosen atau sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk. Sebagian besar penderita gizi buruk tersebut berusia di bawah lima tahun (Balita). “Jumlah itu lebih sedikit dari jumlah tahun-tahun sbelumnya, sehingga meskipun sekarang hampir setiap hari terjadi gizi buruk, namun tidak setinggi kasus gizi buruk pada tahun 2003-2004 sebagai imbas dari krisis moneter�, kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kesehatan Depkes, Abdurrachman, di Jakarta, Kamis (02/03). Abdurrachman membenarkan kesehatan masyarakat Indonesia yang semestinya menjadi prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun tingkat lokal, namun hingga kini pemerintah masih mengenyampingkannya. “Dalam tujuh prioritas pembangunan tahun 2006, aspek kesehatan bangsa tidak tersusun dengan jelas, apalagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025�, ujarnya. Menurutnya, aspek kesehatan memang belum berada di posisi peringkat atas, meski derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih berada pada derajat memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya alokasi anggaran untuk bidang kesehatan. Alokasi anggaran kesehatan dalam APBN 2006 sebesar Rp. 10,8 triliun, atau 2,9 prosen dari APBN. “Jumlah anggaran tersebut berada pada urutan ke enam dibawah sektor lainnya seperti pendidikan, ekonomi, dan layanan umum. Padahal, seharusnya alokasi anggaran kesehatan itu sekurang-kurangnya sebesar lima prosen dari APBN sesuai anjuran WHO�, jelasnya. ( KCM, Esha )