Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-05-2015
  • 529 Kali

20 Pemuda Gerakan Penyelamat Pilkada, Unjuk Rasa Ke DPRD

News Room, Kamis ( 28/05 ) Sedikitnya 20 pemuda gerakan penyelamat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, Kamis (28/05) pagi, berunjuk rasa ke gedung DPRD setempat.

Mereka menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak serius dan asal-asalan dalam rekrutmen anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Terbukti, ada salah satu peserta yang menjadi pengurus partai politik (parpol) lolos dalam tahapan rekrutmen PPK. Kemudian ada calon PPS yang berada di luar Desanya juga lolos.

"Itu membuktikan kalau KPU Sumenep tidak profesional dalam memverifikasi dan melakukan seleksi administratif,"kata Eko Wahyudi, Korlap aksi, Kamis (28/05).

Ia mengaku kecewa terhadap kinerja KPU, karena sebagai penyelenggara Pilkada di Sumenep, bukannya menjalankan amanat perundang-undangan, namun justru melakukan tindakan pemalsuan data diri.

"Kami pun curiga yang lolos menjadi anggota PPK dan PPS, hanyalah "pesanan" dan memiliki emosional dengan komisioner KPU Sumenep,"tudingnya.

Aksi pemuda yang dikawal ketat aparat Polres Sumenep, juga membawa poster diantaranya bertulis "KPUD Sumenep Tidak Profesional", "Rekrutmen PPK Berbau Kolusi", dan "PPK Bukan Takdir Tapi Pesanan".

Para pendemo ditemui 3 anggota DPRD Sumenep dari Komisi I, yakni Darul Hasyim Fath, Hamid Ali Munir, Abrary, dan Ummul Hasanah.

"Kami siap mendukung apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Apabila ada temuan kecurangan dalam rekrutmen PPK dan PPS, kami akan menegur KPU,"ujar Hamid Ali Munir. Usai tatap muka, 4 Anggota Komisi I DPRD Sumenep, mengantar para pendemo ke Kantor KPU Sumenep. ( Nita, Esha )