News Room, Senin ( 13/02 ) Sebanyak 23 jemaah umroh asal Kabupaten Sumenep, pagi tadi, Senin (13/02) berangkat ke Tanah Suci melalui penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya. Sementara pemberangkatan dari Kabupaten Sumenep sudah kemarin, Minggu sore (12/02) yang berkumpul di Lapangan Desa Karduluk Kecamatan Pragaan. Salah seorang jema ah umroh yang juga koordinator Wilayah Madura, H. Zainul Ihsan melalui telepon selulernya tadi padi, Senin (13/02) mengungkapkan, pemberangkatan jama’ah umroh asal Kabupaten Sumenep yang semula berjumlah 25 orang, akhirnya 2 diantaranya tidak bisa berangkat, sehubungan berhalangan. “Jadi yang berangkat dari Sumenep hanya 23 orang, dan bersama dari Kabupaten lainnya di Madura sebanyak 83 orang jama ah.”ujarnya. Menurutnya, pemberangkatan jema ah umroh tersebut sedianya masih lama, namun karena para pesertanya sudah memenuhi persyaratan, sehingga terkesan dadakan. Sebab, berdasarkan dari keterangan sejumlah jama ah sudah sangat rindu untuk datang ke Tanah Suci Mekah dan berziarah ke Madina. Karena, untuk naik haji saat ini harus antri beberapa tahun lagi termasuk yang haji plus tidak bisa kapan saja berangkat, sehingga belakangan banyak umat Islam lebih memilih melaksanakan umroh dengan biaya kurang dari Rp. 20.000.000,00 sudah bisa berangkat. Awalnya tegas Zainul Ihsan, yang juga Kepala Desa Karduluk ini, mengaku hanya mengajak beberapa teman-temannya diseputar Desa Karduluk. Namun, setelah melalui berbagai informasi, ada sejumlah makmum dari Kecamatan Rubaru, Ambunten, Lenteng dan beberapa Desa di Kecamatan Pragaan sendiri yang mau ikut melalui perwakilan PT. Menara Suci yang memang biasa menyelenggarakan ibadah Haji dan Umroh. “Mudah-mudahan dengan berkah dan rahmat-Nya kami diberi kesempatan pula untuk memberangkatkan para jama ah lainnya yang masih belum bisa berangkat bulan ini,”pungkasnya. ( Ren, Esha )