Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-05-2013
  • 386 Kali

296.625 Ton Raskin Ngendon Di Gudang Bulog Sumenep

News Room, Kamis ( 23/05 ) Sebanyak 296.625 ton beras untuk warga miskin (raskin) "ngendon" di Gudang Bulog Sumenep. Ratusan ton raskin itu jatah 2 Kecamatan yang belum ditebus sejak Januari hingga pertengahan Mei 2013. Kedua Kecamatan tersebut, yakni Dungkek dan Masalembu. Untuk jatah Dungkek tiap bulannya sebanyak 46.635 ton, dan Masalembu sebanyak 12.690 ton. Karena tidak ditebus selama 5 bulan, maka total raskin bagi 2 Kecamatan itu yang masih berada di Gudang Bulog mencapai 296.625 ton. Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Moh. Hanafi, S.IP menjelaskan, alasan kedua Kecamatan itu tidak menebus raskin jatah 5 bulan sangat klasik, yakni kesulitan dana penebusan dan biaya transportasi, utamanya bagi Kecamatan/Kepulauan Masalembu. “Padahal, kami sudah memberikan keringanan dengan membayar separoh dulu dan dilunasi setelah raskin direalisasikan kepada warga penerima. Tapi nampaknya sistem itu kurang berhasil, sehingga masih ada Kecamatan yang belum menebus raskin hingga 5 bulan,”tandasnya. Sedangkan penebusan raskin di bulan Mei ini, lanjut Hanafi, baru dilakukan 13 Kecamatan saja. “Sumenep memiliki 27 Kecamatan, terdiri dari 18 Kecamatan daratan dan 9 Kepulauan. Tapi, yang baru menebus raskin untuk jatah bulan Mei, baru 13 Kecamatan. Sisanya, 14 Kecamatan belum menebus raskin,”terangnya. Hanafi mengaku heran terhadap rendahnya penebusan raskin di Sumenep, padahal itu program pemerintah yang diperuntukkan bagi warga miskin. “Mestinya para Camat bersikap bijaksana mengatasi persoalan raskin ini. Jika ada Kepala Desa yang lamban dalam menebus raskin, seharusnya ditegur. Sebab, raskin sangat dibutuhkan oleh penerima manfaat,”tegasnya. Selain itu, lamanya raskin tidak ditebus oleh Kecamatan, akan berdampak pada kualitas beras. “Jadi, jangan salahkan pihak gudang kalau ternyata saat ditebus kualitas raskin menurun. Itu dikarenakan beras terlalu lama berada digudang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )