News Room, Senin ( 01/07 ) Temu alumni Pondok Pesantren Nurul Islam bertempat di halaman Masjid Nurul Islam, beberapa waktu yang lalu dihadiri oleh seluruh alumni dengan maksud dan tujuan, untuk menumbuhkan tingkat para alumni tentang rusaknya akhlaqul karimah di bumi Indonesia ini agar i tiraf mentaati segala aspek kehidupan dengan barokah dari Allah SWT, Rasul dan para syuhada sehingga mohon barokah para guru-guru dan memberikan partisipasi aktif terhadap maju dan mundurnya Pondok Pesantren Nurul Islam, sebab semua aset, semuanya sudah milik masyarakat. Hal tersebut dijelaskan Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Nuriska), KH. Ilyasi Siraj, SH, MAg maupun Dewan Pengasuh, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Dijelaskan pula bahwa tumbuhnya pesantren-pesantren baik di Jawa maupun di Madura ini bukan didirikan atas dasar sarjana, S2 atau Doktor maupun Profesor, tapi atas dasar kudrat irodat serta hidayah dan ma’unah Allah SWT. Untuk itu diharapkan agar para alumni Pondok Pesantren Nurul Islam, jadilah pemimpin-pemimpin yang berakhlaqul karimah, jujur, amanah dan dicintai lingkungannya. Sementara pada malam harinya dilaksanakan wisuda purna siswa ke 23 dengan mewisuda sebanyak 251 siswa-siswi di berbagai tingkatan antara lain: PAUD, sebanyak 27 siswa, TK sebanyak 24 siswa, MI sebanyak 47 siswa, MTs sebanyak 57 siswa dan MA sebanyak 96 siswa. Penceramah, KH. Madini Faruk, MM dari Kabupaten Jember yang mengupas tentang hak dan kewajiban orang tua di hadapan Allah SWT, dengan harapan di pesantren ini tidak ada yang gratis, perlu proses untuk menjadi anak yang sholeh dan sholehah, harus istiqomah dan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan Allah SWT. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Muspika, dewan guru, komite sekolah dan para wali santri dan undangan lainnya. Di tempat yang lain Yayasan Sendang Pelan Desa Pagarbatu yang membawai MI Nurul Huda, MTs Nurul Iman dan MA Nurul Amin, juga menggelar haflatul imtihan yang mendatangkan penceramah Khotib Aam PBNU yakni Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA, yang ditandai berbagai bentuk kegiatan antara lain JJS, pentas seni siswa diakhiri dengan pengajian akbar. Hal tersebut dijelaskan Ir. M. Sayuri Rustam, MM selaku ketua panitia haflatul imtihan bagi siswa-siswanya di Desa Pagarbatu tersebut. Acara diawali dengan pembukaan dengan pembacaan Al-Fatihah dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur an. Sedangkan sambutan disampaikan oleh Ketua PCNU Sumenep, KH. Taufiq. Khotib Aam PBNU menandaskan, bahwa kaum Nahdliyyin harus introspeksi diri melaksanakan analiyah keaswajaan di tengah-tengah rusaknya moralitas bangsa dan negara ini, sehingga tidak menghargai lagi terhadap pendiri negara yang kita cintai seperti Syaikhona KH. Hasyim Asy ari dan tokoh lainnya. Untuk itu mari para warga NU lebih menguatkan barisan NU kedepan dan memperbanyak amal sholeh dengan istighfar dan sholawat Nabi, agar dijauhkan dari malapetaka apapun, mengharapkan keridlo’an Allah SWT. Haflatul akhir sanah dan wisuda kelas akhir di Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Kambingan Timur Kecamatan Saronggi yang diasuh oleh K. Abd. Shofi Bakar, S.PdI dengan penceramah, KH. Ahmad Madskur, LC yang dihadiri para wali santri dan para dewan guru dan kaum muslimin dan muslimat sekitar Desa. ( Mur, Fery )