News Room, Rabu ( 27/04 ) Sebanyak 50 orang pemuda dari berbagai elemen organisasi pemuda di Sumenep, mengikuti pembinaan Pemuda Pelopor Kabupaten Sumenep 2016 di Hotel Sumekar Sumenep. Kegiatan pembinaan ini akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 27-30 April mendatang.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Pembukaan Pembinaan Pemuda Pelopor, Rabu (27/04) berharap melalui pembinaan pemuda pelopor ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemuda Sumenep. Sebab, Sumenep saat ini dan di masa mendatang membutuhkan generasi muda yang tangguh, kreatif dan inovatif.
“Para pemuda saat ini diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin muda yang mencerahkan dan menyegarkan, bukan yang mencemaskan.”ungkapnya.
Bupati Sumenep ini kembali menekankan kepada para pemuda, bahwa sukses itu tidak instan. Ada tiga kunci yang mengantarkan seseorang bisa membuka pintu gerbang kesuksesan yaitu: berpikir baik, berbicara baik dan berbuat baik. Ketiganya termasuk kategori soft skill. Sebab, 80 persen orang sukses itu ditentukan oleh soft skillnya. Sementara 20 persennya oleh hard skill, seperti pengalaman dan pengetahuan teknis.
Diharapan pula, momen pemuda pelopor ini bukan sebagai tujuan, tapi sebagai sarana mengukur kompetensi peserta. Di era persaingan ada prasyarat yang dituntut, yakni meritokrasi alias apresiasi berdasar prestasi. Apa yang kita hasilkan sebagai prestasi, itulah yang dinilai. Bukan statusnya apa? atau anak siapa?, dapat apa?. Sekarang, prestasi kita apa?, di situ kita dapat tempat. Ini prinsip baru di era globalisasi.
“Pemuda pelopor harus mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah. Memberi warna kebaikan, bukan membuat kecemasan. Menginspirasi bukan malah mengintimidasi kemajuan. Termasuk menginspirasi para pemuda ikut serta menanam benih kebaikan bersama.”tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Sufianto, SE, M.Si menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat menggelorakan semangat kepeloporan di kalangan pemuda sekaligus memberikan akses positif dalam melakukan berbagai terobosan.
“Ini dalam rangka menjawab tantangan, termasuk kemampuan memberikan problem solving atas berbagai masalah yang ada. Sehingga senantiasa memberikan nilai kemandirian dalam menciptakan nilai ekonomi di kalangan mereka”, tambahnya.
Dijelaskan, sebanyak 50 pemuda yang mengikuti pembinaan pemuda pelopor terbagi dalam lima bidang kepeloporan yakni, bidang pendidikan, seni budaya dan pariwisata, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, industri pangan dan kesehatan serta bidang komunikasi dan informasi. ( Ren, Fer )