DPRD Sumenep News: Suksesnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggarakan secara serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur, menarik perhatian pemerintah Kabupaten Sumenep. Pasalnya, pelaksanaan Pikades secara serentak dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kriminalitas seperti premanisme dan praktek perjudian. Konsentrasi premanisme dan para petaruh akan terpecah sehingga tidak memiliki peluang untuk menguasai keadaan. Perhatian semacam ini setidaknya terlihat dalam Dialog Bingkai Otoda dengan Komisi A DPRD Sumenep pada Kamis 26/6 2008 lalu di ruang Komisi A DPRD. Dialog dengan tema “Pilkades Serentak Tahap Ke-II†itu melibatkan Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Sumenep, Bagian Hukum Pemkab Sumenep, Kasat Intel Polres Sumenep, dan perwakilan BPD se-Kabupaten Sumenep. Tampak hadir Ketua Komisi A KH. Imam Hasyim, SH, MH, Anggota Komisi A KH. Sitrul Arsy, S.Ag, Rukminto, SH, Drs. Moh. Yusuf, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Sumenep Drs. Samsul Huda, Kabag Hukum Pemkab Sumenep Titik Suryati, SH, MH, Kasat Intel, AKP. Siswo Handoko, SH dan perwakilan BPD serta moderator Rosikin. Dari perbicangan yang ada, tampaknya masing-masing pihak sependapat bahwa pelaksanaan Pilkades serentak sangat positif. Bahkan direncanakan, pada pelaksanaan Pilkades tahap ke II di Kabupaten Sumenep akan dilaksanakan secara serentak per-rayon. Rencananya penyelenggaraan secara serentak akan dilaksanakan pada 4 - 21 Agustus 2008 di 90 desa yang ada. Menurut Imam Hasyim, keinginan melaksanakan pilkades serentak didasari oleh keinginan untuk meminimilasir tindakan kriminalitas yang berlangsung selama pelaksanaan pilkades yakni aksi perjudian dan premanisme. Yang sudah berhasil melaksanakan Pilkades serentak yaitu Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Magetan. “Penjelasan mengenai pelaksanaan Pilkades serentak diperoleh Komisi A saat melakukan konsultasi ke Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Propinsi (Pemprov) dan Komisi A DPRD Propinsi Jawa Timur pada 19 -23 Juni 2008. Sebagaimana dijelaskan Biro Hukum dalam pertemuan konsultasi, bahwa kabupaten di Jatim yang berhasil menyelenggarakan Pilkades serentak yaitu Tulungagung dan Magetanâ€Â, ujarnya. Anggota Komisi A Sitrul Musa’I, menambahkan, bahwa pelaksanaan pilkades serentak yang akan dilaksanakan di 90 desa berkaca pada pengalaman pengalaman Kabupaten lain. “Seperti Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Pasuruan yang telah berhasil suksesâ€Â, ungkapnya. Selain Sitrul, anggota Komisi A yang lain, Moh. Yusuf juga mengungkapkan, bahwa pelaksanaan pilkades serentak selain dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kriminalitas, juga dapat mengurangi suhu politik di desa. “Pilkades serentak dapat menurunkan suhu politik yang memanas di suatu desa, terutama yang dipicu oleh provokasi para pendukung untuk mempengaruhi pemilihâ€Â, jelasnya. Sementara itu, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Sumenep, Drs, Samsul Huda, menyebutkan, bahwa pemilihan kepala desa serentak akan dilaksanakan per rayon untuk 90 desa. “Pelaksanaan Pilkades serentak itu rencananya akan di mulai dari tanggal 4 hingga 21 Agustus 2008. Rata-rata dalam 1 hari, 7 sampai dengan 9 desa dapat melaksanakan pilkades serentakâ€Â, ungkapnya. Sedangkan Kabag Hukum Pemkab Sumenep, Titik Suryati, SH, MH dalam penjelasannya menguraikan dasar hukum pelaksanaan Pilkades untuk memperkuat arah rumusan kesepahaman yang hendak dicapai. “Dasar hukum pelaksanaan pilkades di Kabupaten Sumenep yakni didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 21 tahun 2006 dan Peraturan Bupati Nomor 8 tahun 2008â€Â, jelasnya. Sedangkan mengenai aspek keamanan, pihak Polres Sumenep yang diwakili oleh Kasat Intel, Siswo Handoko, menjelaskan, bahwa jumlah personel kepolisian di tingkat Polsek rata–rata sebanyak 10 orang. Dengan demikian, untuk pelaksanaan pilkades jumlah yang ada di Polsek masih terbatas. “Dengan keterbatasan personel tersebut, maka pelaksanaan pilkades serentak menggunakan sistem rayon dengan penetapan status rawan satu, rawan dua, dan rawan tigaâ€Â, katanya. Di akhir acara, Imam Hasyim menyampaikan harapannya, agar pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lancar dan aman. “Untuk itu, partisipasi aktif masyarakat amatlah dibutuhkan guna mendukung suksesnya pelaksanaan pilkades serentak tersebutâ€Â, harapnya. (Mam & Bim, Humas & Publikasi DPRD Sumenep).