News Room, Kamis ( 15/11 ) Gara-gara bom rakitan untuk menangkap ikan atau yang lebih dikenal bondet, Kamis (15/11) pagi meledak saat diracik, mengakibatkan kedua tangan Abdul Gafar (55), warga Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, putus. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bondet itu meledak ketika korban sedang meracik diteras rumahnya. Korban pun terpental dan mengalami luka parah disekujur tubuhnya. Parahnya lagi, kedua tangan korban terpaksa diamputasi karena hancur. Awalnya, korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Namun, karena kondisi lukanya terlalu parah, akhirnya korban dirujuk ke RS Surabaya. Kapolsek Ambunten, Ipda Supardi menjelaskan, untuk kasus ledakan ini, pihaknya sudah melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP). “Ternyata, akibat ledakan itu, teras rumah korban ambles, sebagian genteng pecah, dan terlihat ada bercak darah ditembok rumah,”kata Supardi, Kamis (15/11). Supardi mengaku kesulitan untuk mengetahui secara detail ledakan tersebut, karena beberapa saksi sebagian besar enggan berkomentar, dan kebanyakan menyatakan tidak tahu. “Kami agak sulit melakukan penyelidikan. Karena, saksi yang kami periksa, baik isteri, anak maupun menantu korban, semuanya bilang tidak tahu. Tiba-tiba saja ada ledakan diteras rumahnya, yang menyebabkan korban mengalami luka serius disekujur tubuhnya, dan kedua tangan harus diamputasi,”terangnya. Untuk sementara, kata Supardi, pihaknya belum bisa memastikan apakah ledakan adalah bondet atau badan peledak lainnya. “Karena di TKP kami tidak menemukan sisa racikan bondet. Kami hanya menyita pecahan genteng saja, sebagai barang bukti,”ungkapnya. ( Nita, Esha )