News Room, Jum’at ( 28/12 ) Akibat cuaca buruk dan gelombang laut besar yang mencapai 6 meter, harga bahan bakar minyak (BBM) dan sembako di Kecamatan Masalembu melambung naik. Menurut informasi Jupen Masalembu, Moh. Idris, S.Sos yang disampaikan melalui telepon, tadi pagi Jum’at (28/12) kepada News Room menuturkan, kondisi sebagaian masyarakat pulau Masalembu, khususnya masyarakat nelayan saat ini sangat memprihatinkan, selain karena adanya cuaca buruk dan gelombang laut besar yang berdampak pada melonjaknya harga BBM dan sembako, mereka juga tidak dapat melalukan aktifitas sebagai nelayan. Moh. Idris menjelaskan, menghadapi kondisi seperti ini, Muspika setempat dan pihak terkait melakukan antisipasi dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pedagang agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut dengan menaikkan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok. Sementara itu diinformasikan, harga BBM seperti premium mencapai Rp. 8.000,00 hingga Rp. 9.000,00 per-liter, minyak tanah mencapai Rp. 4.000,0 hingga Rp. 4.500,00 per-liter, dan solar Rp. 5.500,00 hingga Rp. 6.000,00 per-liter, sedangkan harga sembako hampir rata-rata naik dari biasanya. Moh. Idris juga melaporkan tentang kondisi dermaga Masalembu saat ini tidak bisa dimanfaatkan, karena ketika air laut pasang, dermaga tersebut hilang tenggelam. Sedangkan Kapal Perintis Amukti Palapa hingga saat ini masih berada di dermaga Masalembu, serta KMP Alam Barito jurusan Surabaya-Jakarta terdampar di Masalembu. ( JuP-34, Esha )