News Room, Kamis ( 22/11 ) Gagal panen tembakau ternyata berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Buktinya, saat ini di sejumlah daerah persediaan pangan telah berkurang, sehingga masyarakat mengkomsumsi gaplek. Koordinator LSM SANGO Sumenep, H. Moh. Hidayat mengatakan, pihaknya menerima laporan dari beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan daerahnya rawan pangan, masyarakat setempat kesulitan mendapatkan beras dan kebutuhan pokok lainnya, sehinga masyarakat mengkomsumsi gaplek (ketela pohon yang dikeringkan). Sulitnya masyarakat mendapatkan beras itu bukan akibat stok beras yang telah habis, melainkan masyarakat tidak mampu membeli, sebab kesulitan ekonomi yang pemicu gagalnya musim panen tembakau pada tahun ini. Sementara itu Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, H. Saiful Anwar, SH, M.Si menyatakan, pihaknya telah mendapat laporan dari beberapa Camat, namun pihaknya masih akan mengecek langsung kebenaran laporan tersebut. Dinas Kesejahteraan Sosial juga akan mendata masyarakat yang kekurangan pangan dan akan mengklasifikasikan kebutuhan masyarakat. H. Saiful Anwar menuturkan, pihaknya juga melaporkan kejadian ini kepada Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur telah menyurati Bulog untuk menyediakan beras, sedangkan bantuan dari pemerintah daerah akan mengambil dari dana tak tersangka untuk membantu masyarakat. Sementara itu daerah yang rawan pangan, diantaranya Kecamatan Ambunten, Pansongsongan, Batuputih, Pragaan, Lenteng, Manding, dan di daerah kepulauan, seperti Kecamatan Giligenting, Kangayan, Arjasa, Nonggunong, dan Kecamatan Gayam. ( Yasik, Esha )