News Room, Rabu ( 23/07 ) Munculnya angka golongan putih (golput) dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai dampak kejenuhan masyarakat akibat padatnya kegiatan pemilihan, mulai tingkat Desa hingga nasional. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, guna mengetahui penyebab adanya golput dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur memerlukan kajian yang mendalam, sebab banyak faktor yang mempengaruhi kesadaran masyarakat. Namun yang pasti masyarakat golput tidak menggunakan hak suaranya, akibat terlalu seringnya pelaksanaan pemilihan secara langsung, mulai dari tingkat Desa hingga nasional yang membuat masyarakat jenuh. Bupati mengatakan, masyarakat merasa jenuh dengan pemilihan untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) akibat masyarakat belum sepenuhnya memahami dan menyadari konsep dasar pemilihan. "Terlalu sering pemilihan mulai dari Kepala Desa, Bupati, Gubernur, Presiden dan Legislatif, tapi jika masyarakat tidak punya konsep, maka ujung-ujungnya akan muncul kejenuhan, padahal sesungguhnya pelaksanaan pemilihan berkaitan dengan imamah untuk memilih seorang pemimpin, demi kemaslahatan ummat,"katanya Bupati mengungkapkan, masyarakat yang memilki konsep, pasti memiliki kesadaran untuk menyalurkan hak politiknya, mengingat pemilihan pemimpin secara langsung tidak hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok semata, melainkan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur itu merupakan kepentingan seluruh masyarakat. ( Yasik, Esha )