Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-02-2005
  • 698 Kali

AKIBAT LALAINYA PELAKSANA PROYEK GEDUNG SDN GELLEMAN II DIBONGKAR MASSA

Sumenep-Infokom News Room : Kelalaian pelaksana proyek pembanguan fisik sekolah di SDN Gellemaan II Kecamatan Arjasa, akhirnya menuai protes keras dari masyarakat setempat, pasalnya bahan material bangunan yang berasal dari masyarakat, serta tukang bangunan tidak dibayar oleh CV atau pemborong yang menangani proyek tersebut, bahkan ironisnya protes masyarakat merusak gedung sekolah, seperti pembongkaran pintu, penurunan genteng dan keramik. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumenep, Badrul Aini. Disamping itu menurut Badrul Aini, akibat rusaknya gedung yang baru saja direnovasi itu juga menghambat aktivitas kegiatan belajar mengajar, terbukti hingga hari ini siswanya tidak masuk sekolah. Oleh karena itu tegas Badrul Aini, Dinas terkait untuk mengambil sikap tegas, agar peristiwa itu tidak mempunyai dampak yang lebih luas lagi. Hal senada diungkapkan anggota Komisi C DPRD Sumenep, Drs. Moh. Hanafi, menurutnya kontraktor pelaksana proyek diberi sanksi tegas, minimal pada tahun ini, CV itu tidak diberi pekerjaan. Bahkan ungkap anggota Dewan asal Pulau Kangean ini, dirinya menyesalkan atas peristiwa pembongkaran sekolah SDN Gelleman II akibat ulah kontraktor pelaksana, pasalnya selain pelaksana CV itu salah seorang putra kepuluan setempat, iapun termasuk Oknum Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Sumenep. Ditempat yang lain Penanggung Jawab, Pembina dan Pengendali Proyek, Drs. H. Abdul Muiz, MM mengakui, bahwa persoalan yang kembali muncul di SDN Gelleman II itu, sejauh ini belum diketahui pihaknya. Namun untuk membuktikan informasi itu, maka pihaknya akan memanggil Tim Pokja yang menangani pengawasan proyek dikepuluan untuk mengklarifikasi. Dijelaskan pula, jika kejadian di SDN Gelleman II itu mengarah kebenaran, maka pihaknya berjanji untuk membari sanksi. Bahkan Wakil Bupati Sumenep ini juga berharap, agar Dinas terkait seperti Dinas PU Cipta Karya dan Dinas Pendidikan untuk bahu membahu menyelesaikan persoalan ini. ( Yasik, Esha )