Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-06-2012
  • 389 Kali

Aksi FKMS Tolak Eksplorasi Migas, Ricuh, Kaca Gedung DPRD Hancur

News Room, Rabu ( 20/06 ) Aksi puluhan Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Rabu (20/06) pagi, di depan gedung DPRD setempat, terkait penolakan terhadap eksplorasi minyak dan gas bumi (migas), ricuh. Bentrok antara polisi yang mengamankan jalannya unjuk rasa dengan para pendemo, tak bisa dihindari. Tindakan tegas aparat polisi dengan memukul mundur massa, dipicu setelah sebagian pendemo melempari kaca gedung DPRD Sumenep hingga hancur. Suasana yang makin memanas, mengundang 4 anggota DPRD Sumenep, yakni Dwita Andriyani, Achmad Fauzi, Achmad Husein dan Samsul A. Rizal, keluar untuk menemui para pendemo. Meski ditemui sebagian wakil rakyat, para pendemo tetap ngotot ingin masuk guna melakukan hearing dengan anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumenep, sekaligus menggalang tanda tangan dukungan penolakan eksplorasi migas di Kabupaten Sumenep. Akhirnya seluruh pengunjuk rasa diperkenan masuk dan ditemui anggota dewan di ruang paripurna DPRD Sumenep. Namun, pertemuan itu diwarnai aksi sweeping keruang Fraksi-fraksi dewan, untuk meminta tanda tangan. “Kami sengaja menggalang tanda tangan para anggota DPRD Sumenep, guna menyamakan komitmen terkait penolakan eksplorasi migas di Bumi Sumekar ini. Karena, bagi kami kegiatan itu hanya menyengsarakan rakyat,”kata Korlap Aksi, Supriyadisyah, di kantor DPRD Sumenep, Rabu (20/06). Supriyadi mengungkapkan, pihaknya akan terus menyuarakan penolakan eksplorasi migas. “Ini aksi yang kesekian kalinya. Dan, kami akan tetap menolak eksplorasi migas, hingga titik darah penghabisan. Selama tidak ada kontribusi jelas bagi masyarakat, maka kami tolak eksplorasi migas tersebut,”tegasnya. Sementara, anggota Pansus DPRD Sumenep, Achmad Husein, menyatakan sepakat dan mendukung aksi aktivis FKMS tersebut. “Apa yang menjadi tuntutan FKMS itu, saya mendukung. Makanya saya mau membubuhkan tanda tangan,”ungkapnya. Usai mendapat dukungan tanda tangan dari 18 DPRD Sumenep, para aktivis FKMS membubarkan diri dengan tertib. ( Nita, Esha )