News Room, Jum’at ( 04/12 ) Mesuki (48), warga Dusun Malang, Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tewas tidak wajar. Korban mengalami luka memar dibagian muka sebelah kanan dan luka tusuk di kepala bagian belakang. Bahkan, darah segar terus mengalir saat dimandikan hingga berceceran saat dibawah keliang lahat. Dugaan kerabat korban, meninggalnya bapak 3 anak tersebut, pelaku utama istrinya sendiri, Baitun (40) dan puteri ke 3, yakni HN yang masih berumur 13 tahun. Sepupu korban, Hafidz (36), warga setempat mengatakan, pihaknya melihat meninggalnya korban sangat tidak wajar dan perlu diusut oleh petugas kepolisian. “Dugaan korban meninggal karena dibunuh, diperkuat dengan menghilangnya isteri korban dari rumahnya sejak korban meninggal,â€Âkata Hafidz, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (04/12). Sementara, Kapolsek Pragaan, AKP La Bunga mengatakan, untuk mengetahui apakah korban benar-benar meninggal karena dibunuh, petugas sudah memeriksa 6 orang sebagai saksi. “Untuk sementara, kami belum bisa memastikan apakah korban meninggal akibat dianiaya atau tidak. Kami masih menunggu hasil penyelidikan anggota dilapangan,†terangnya. Ia menjelaskan, pihaknya belum bisa melangkah jauh untuk melakukan visum terhadap korban, karena anak dan istri korban menolak untuk dilakukan visum. Alasannya, tidak ada masalah dan mengikhlaskan kepergian korban. ( Nita, Esha )