News Room, Jum’at ( 12/08 ) Minimnya anggaran kelistrikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2016, dianggap bukan kesalahan Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat. Sebab, yang memiliki kewenangan adalah Tim Anggaran dan Bappeda.
Kepala ESDM Kabupaten Sumenep, Moh. Kahir, SE, MM mengaku jika pihaknya tidak bisa menentukan sendiri besaran anggaran kelistrikan di APBD 2016, sehingga anggarannya kecil, yakni Rp. 3,1 milyar.
“Anggaran ini memang jauh dari kebutuhan. Tapi bagaimana lagi, kami hanya pelaksana saja, bukan penentu anggaran,"kata Moh. Kahir, Jum’at (12/08).
Ia menuturkan, dengan anggaran yang ada, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan kelistrikan di Sumenep. "Meski dengan skala kecil, kami akan mencukupi kebutuhan listrik di Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan,"terangnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD setempat, Bambang Prayogi menuding, minimnya anggaran kelistrikan itu lantaran Tim Anggaran termasuk Bappeda kurang paham terhadap pentingnya listrik.
“Kebutuhan kelistrikan di Sumenep masih tinggi. Tidak cukup dengan anggaran Rp. 3,1 milyar,”paparnya.
Ia mengaku, pihaknya telah beberapa kali minta pemerintah agar memperhatikan anggaran kelistrikan, namun, realitanya masih belum mendapat respon positif. Terbukti, dari tahun ke tahun anggarannya tidak ada perubahan.
“Persoalan kelistrikan tidak akan pernah terpenuhi kalau anggaran tiap tahunnya dibawah Rp.10 milyar,"pungkasnya. ( Nita, Esha )