Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-03-2009
  • 516 Kali

Anggaran Pembebasan Lahan Lapter, Terancam Dihapus

News Room, Senin ( 02/03 ) Anggaran pembebasan lahan untuk Lapangan Terbang (Lapter) Trunojoyo Sumenep yang diajukan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, pada APBD tahun 2009 sekitar Rp. 3 milyar, terancam dihapus. Keputusan penghapusan anggaran tersebut, diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Drs. Moh. Hanafi. “Kalau tidak ada keseriusan dari Satuan Unit Kerja (Satker) terhadap penggarapan Lapter ini, dan hanya ingin mendapat proyek besar dari pemerintah pusat maupun Propinsi Jawa Timur, mending dihapus saja dari pada terus menggantung,”kata Hanafi pada wartawan di kantornya, Senin (02/03). Ia menjelaskan, sebenarnya target awal Lapter Trunojoyo itu, sudah bisa dioperasionalkan pada tahun 2008 lalu, tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda kejelasannya. “Padahal Masterplant sudah kita terima, yang isinya merupakan rencana pengembangan Lapter. Tapi, tetap saja tidak ada kejelasan pengembangan Lapter,”terangnya. Menurutnya, pengembangan Lapter Trunojoyo tersebut, perlu ada keseriusan dari Satker, tidak cukup diwacanakan saja. Sedangkan anggaran yang sudah diberikan tidak jelas digunakan kemana arahnya. “Jadi, kalau memang ini diprediksi dalam waktu dekat tidak memungkinkan untuk dioperasikan. Untuk apa kita buang-buang anggaran?,”ungkapnya menambahkan. Untuk itu, pihaknya bakal memberikan deadline pada Satker mengenai pengembangan Lapter tersebut, supaya masyarakat tidak bertanya-tanya terus. Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Drs. R. M. Achmad Aminullah, M.Si berharap supaya anggaran pembebasan lahan sekitar Rp. 3 milyar itu tidak dihapus. Sebab, anggaran itu merupakan pemenuhan fasilitas Lapter Trunojoyo. “Kalau anggaran itu dihapus, berarti pengembangan Lapter akan mandek. Sedangkan, dana pembangunan runway sudah dianggarkan oleh pusat senilai Rp. 4 hingga Rp. 5 milyar,”ujarnya. Ia menilai, seandainya penghapusan anggaran Lapter di APBD betul-betul dilakukan, berarti anggota legislatif tidak memiliki itikad baik untuk memajukan Kabupaten Sumenep. “Tidak etis kan kalau anggaran itu dihapus, sementara pusat sudah mengganggarkan pengembangan runway Lapter Trunojoyo,”ungkapnya menambahkan. H. Minul menargetkan, akhir tahun 2009 ini, Lapter Trunojoyo sudah bisa dioperasionalkan. “Kami sudah menerima permintaan kerjasama dari 3 Maskapai Penerbangan untuk beroperasi di Lapter Trunojoyo. Tapi, kami masih menunggu ijin dari Dirjen Perhubungan pusat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )