News Room, Rabu ( 27/06 ) Terlukanya 4 mahasiswa Sumenep, saat melakukan aksi demo di depan Kantor Dewan setempat, pada Rabu (27/06) pagi, mendapat perhatian dari anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dwita Andriyani, S.Psi. Keempat mahasiswa yang terluka itu, yakni Eko Wahyudi, Suryadisyah, Moh. Lutfi dan Khalis. Mereka dirawat diruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (UGD-RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Dwita, saat mengunjungi para aktivis yang terluka mengatakan, dirinya merasa kecewa atas sikap aparat kepolisian. Mestinya, sebagai aparat tidak sampai terpancing emosinya terhadap aksi para mahasiswa ini. “Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi untuk kedepannya. Polisi itu akan hanya bertugas mengamankan saja, jadi tidak harus main pukul. Aksi itu kan bagian dari menyampaikan aspirasi, ya tolong dihadapi dengan baik tanpa main pukul,”kata Dwita, di RSUD Sumenep, Rabu (27/06). Bahkan, Dwita juga berharap, kedepan para aktivis ketika berunjuk rasa juga bisa menahan emosinya, untuk tidak bertindak anarkis. “Sebab, sikap anarkis para aktivis sendiri yang bisa memancing emosi para aparat kepolisian. Polisi kan juga manusia. Jadi, harus saling menahan dirilah, biar tidak ada korban lagi,”ungkapnya. Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, mengungkapkan, pihaknya bertanggung jawab atas terlukanya para mahasiswa tersebut. “Kami akan memintai keterangan sejumlah anggota yang berada dilapangan ketika mengamankan aksi demo. Apakah terlukanya teman-teman mahasiswa itu akibat dipukul atau karena adanya gesekan. Ini butuh proses,”terangnya. Kapolres berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi anggotanya, jika hasil pemeriksaan nanti diketahui terlukanya mahasiswa dalam berunjuk rasa, karena pukulan aparat kepolisian. “Proses harus dijalankan terlebih dahulu. Kami kan belum tahu penyebab lukanya mahasiwa tersebut. Kalau memang dikarenakan pukulan dari polisi, ya tentunya akan kami proses,”pungkasnya. ( Nita, Esha )