News Room, Sabtu ( 08/12 ) Jumlah penduduk di Jawa Timur mencapai 37 juta jiwa dan yang bisa tertampung dalam lapangan kerja hanya sebanyak 18,5 juta jiwa, sehingga angka pengangguran hingga saat ini berjumlah 800.000 lebih dan angka kemiskinan tahun ini berkisar 18 prosen. Gubernur Jawa Timur, H. Imam Oetomo, pada acara penutupan Gerakan Nasional Penanggulangan Penganguran 2007, oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu pagi (08/12) mengatakan, akibat kebijakan kenaikan BBM tahun 2005 lalu, angka kemiskinan sebanyak 10,1 juta lebih, namun setelah pemerintah Propinsi dan Kabupaten pada tahun 2006 menambah program bantuan kepada masyarakat, angka kemiskinan mulai berkurang hingga saat ini mencapai 7,1 juta. Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan penggaguran, juga telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Malaysia untuk mengirim tenaga kerja trampil yang telah mendapatkan pelatihan khusus, bahkan juga mengirim tenaga kerja ke Hongkong, dan Arab Saudi. H. Imam Oetomo mengatakan, pemerintah Propinsi Jawa Timur merencanakan pula untuk pengirimankan tenaga kerja trampil ke Australia Barat pada tahun 2008 mendatang, sebab disana membutuhkan tenaga kerja sebanyak 400.000 orang. Bahkan saat ini sudah ada kontrak kerjasama antara perusahaan tenaga kerja Australia dengan Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur untuk mengirimkan konsultan yang akan memberikan pelatihan. Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menuturkan, salah satu prioritas pembangunan kesejahteraan masyarakat, yakni pembangunan ketenaga kerjaan, sebab pencari kerja dari tahun ke tahun semakin bertambah. Berdasarkan pendataan pencari kerja tahun 2007 mencapai 15.040 orang dari jumlah penduduk yang mencapai 1.035.687 jiwa, namun lapangan pekerjaan tidak memadai. ( Yasik, Esha )