News Room, Kamis ( 14/04 ) Pengangkutan bonsai cemara udang di kawasan Pantai Wisata Lombang Kecamatan Batang-batang, milik Sudahnan (35), warga setempat yang selama ini mengklaim pemilik lahan, memicu reaksi keras dari warga lainnya. Secara spontan, warga memblokir jalan di pintu masuk pantai Wisata Lombang, dengan menebang pohon dan digeletakkan ditengah jalan, saat sebuah truk mengangkut bonsai cemara udang hendak keluar lokasi Pantai Wisata Lombang. Kapolsek Batang-batang, Iptu Mukit menjelaskan, aksi pemblokiran akses jalan, baik pintu masuk maupun pintu keluar wisata Lombang, dikarenakan pengangkutan bonsai cemara udang dilakukan dari sengketa lahan yang belum selesai, antara warga dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. “Warga memblokir jalan, agar truk yang mengangkut cemara udang tersebut tidak bisa lewat. Sebab, cemara udang itu diambil dari lahan sengketa,”kata Mukit, di Balai Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Kamis (14/04). Mukit mengungkapkan, aksi tersebut tidak sampai terjadi adu fisik. Antar warga hanya saling cekcok, karena aparat kepolisian dan TNI-AD langsung terjun kelokasi, ketika mendengar adanya informasi pemblokiran akses jalan masuk Pantai Wisata Lombang. “Petugas langsung mengamankan 2 kelompok masyarakat, agar tidak terjadi bentrok. Pihak Muspika dan aparat Desa mempertemukan kedua belah pihak. Setelah dipertemukan kedua kelompok, yang difasilitasi Muspika dan aparat Desa setempat, emosi antar kelompok mereka dan mereka membuat sebuah kesepakatan yang ditanda tangani kedua belah pihak. Sedangkan aparat kepolisian masih berjaga-jaga dilokasi. “Kesepakatan yang dibuat, diantaranya pengangkutan bonsai cemara udang harus seijin Kepala Desa,”ungkapnya. ( Nita, Esha )