News Room, Selasa ( 05/05 ) Akibat timbulnya siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa menimbulkan anomali cuaca. Sehingga musim kemarau yang awalnya diperkirakan maksimal masuk di dasarian pertama bulan Mei 2015 pun akhirnya mengalami kemunduran.
“Jadi siklon tropis dari perairan Australia itu mengakibatkan peningkatan curah hujan untuk wilayah Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara,” kata Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Endriyono pada News Room, Selasa (05/05).
Sehingga dengan demikian, menurut pria asli Lumajang ini musim kemarau diperkirakan akan mundur sekitar dua kali dasarian. Atau dengan kata lain akan mulai masuk pada dasarian pertama di bulan Juni 2015.
“Nanti perkiraannya di awal bulan depan,” tegasnya.
Sebelumnya, di akhir bulan Maret, BMKG Kalianget yang juga melalui Endriyono, memperkirakan bulan April kemarin sebagai awal masuknya musim kemarau. Tepatnya dasarian terakhir bulan April 2015 hingga dasarian pertama bulan Mei 2015.
“Jadi dimulai sekitar tanggal 21 April 2015. Istilahnya dasarian atau sepuluh hari terakhir di bulan depan,” kata Endriyono saat itu. ( Farhan, Fer )