Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-02-2011
  • 431 Kali

Antisipasi Bentrok Antar Agama, Polres Tingkatkan Deteksi Dini

News Room, Rabu ( 16/02 ) Pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, mulai meningkatkan deteksi dini guna mengantisipasi terjadinya bentrok antar agama, yang belakangan ini marak terjadi diwilayah lainnya. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto mengatakan, pihaknya telah menerapkan siaga dan memetakan daerah yang dianggap rawan. “Intinya, sekarang kami meningkatkan deteksi dini terhadap kemungkinan daerah lain terjadi di Sumenep. Jadi, saat ini kami dalam siaga penuh,”katanya. Langkah yang telah dilakukannya, kata Kapolres, diantaranya menginventarisir beberapa kelompok yang memungkinkan menjadi sasaran, dan tempat berkumpulnya massa. “Yang penting kami terus mengedepankan tokoh agama dan masyarakat, untuk bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, sebagai antisipasi dini,”terangnya. Kapolres menjelaskan, pihaknya bersama pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) maupun tingkat Kecamatan di Sumenep, sepakat untuk selalu berkoordinasi dalam hal mengantisipasi terjadinya bentrok antar agama. “Namun, sampai saat ini situasi di Sumenep kondusif. Tapi, antisipasi akan terus kami lakukan. Sebab, kami tidak ingin kecolongan,”ungkapnya. Sementara Plt Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Drs. H. M. Hosnan mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya mengantisipasi kekerasan yang mengatas namakan agama. “Saat ini, pada Rabu (16/02) pagi, kami sengaja mengundang seluruh tokoh agama dan organisasi kemasyarakat lintas agama, baik NU, Muhammadiyah, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu, untuk duduk bersama membicarakan kalau ada persoalan supaya bisa diselesaikan secara damai tanpa diakhiri kekerasan,”ujarnya. H. Hosnan menjamin, untuk di wilayah Sumenep, tidak ada pengnut aliran yang diduga akan menjadi sasaran kekerasan yang mengatas namakan agama. “Mudah-mudahan semua persoalan agam di Sumenep, bisa diselesaikan dengan kasih sayang, sehingga kehidupan antar umat beragama dapat berjalan dengan baik,”pungkasnya. ( Nita, Esha )