Sumenep-Infokom News Room : Tarik ulur tentang pembahasan RAPBD tahun 2005, antara Tim Anggaran Eksekutif dan Tim Panggar DPRD dengan Komisi-komisi DPRD Sumenep, akibat adanya pelampauan RAPBD dari draft sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp. 569 milyard lebih. Namun setelah dilakukan pengkajian dan pembahasan yang cukup alot, akhirnya menuai kesepakatan, anggaran APBD 2005 mencapai sebesar Rp. 601 milyard lebih. Menurut Kabag Keuangan Setda Kabupaten Sumenep, H. Ahmad Masuni, SE, MM, disetujuinya pembengkakan anggaran dari draft sebelumnya, akibat tahun ini banyak program penting yang harus dilaksanakan Pemerintah Daerah, seperti pelaksanaan MTQ dan Pilkada, dimana 2 agenda tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk itu menurut Maisuni pihaknya terpaksa menambah kekurangan dana sebesar Rp. 12 milyard lebih, diambilkan dari dana Deposito dan Dana Sisa Lebih Perhitungan. Masuni menerangkan, rencana akan dilakukan pemangkasan terhadap program di masing-masing Komisi yang dinilai tidak terlalu mendesak, yang semula agar dibatalkan, namun hal itu tidak terjadi, sebab menurut penjelasan dari setiap Komisi, program yang telah diagendakan itu sejatinya merupakan program yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga Komisi merasa keberatan untuk menunda program tersebut. Disinggung total kekuatan APBD tahun ini, Masuni mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan total anggarannya, sebab masih menunggu hasil kompilasi dari Komisi-komisi dan baru dipastikan setelah penetapan APBD pada hari Senin (11/04) mendatang. ( Yasik, Esha, Im, Diek )