News Room, Sabtu ( 07/06 ) Gelombang pasang yang menerjang 6 Desa di Kecamatan Sapeken, yakni Desa Sapeken, Tanjung Keaok, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sadulang Besar dan Sadulang Kecil, ternyata mengundang perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep, sehingga, dalam waktu dekat ini akan segera membangun dan memperbaiki tanggul-tanggul di daerah rawan gelombang pasang air laut tersebut. “Sebenarnya untuk menangani gelombang pasang itu, saya sudah meminta Dinas PU Pengairan untuk survey di daerah kritis, terutama di wilayah kepulauan, seperti kepulauan Sapeken,†kata Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM kepada sejumlah wartawan, ketika ditemui usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, Sabtu pagi (07/06), di Hotel Safari Jaya Sumenep. Wabup mengatakan, pembangunan tanggul itu memang perlu dilakukan, sebagai alternatif dari tangkis laut. Sebab, tidak mungkin Pemkab akan membangun tangkis laut di wilayah kepulauan, karena membutuhkan dana besar. “Kalau kita paksakan membangun tangkis laut, otomatis dananya hanya akan terserap pada satu proyek saja,†terangnya. Karena itu, pihaknya memutuskan membangun dan memperbaiki tanggul yang rusak saja. Dipastikan, perbaikan bagi tanggul yang rusak itu, akan dilakukan tahun ini, sebab, jika hal itu tidak secepatnya teratasi, niscaya masyarakat setempat akan terus dirundung kekhawatiran akan datangnya gelombang pasang tersebut. Wabup meminta kepada masyarakat yang berada di daerah rawan gelombang pasang air laut, untuk selalu waspada terhadap kondisi semacam itu. Sebab, gelombang pasang itu bisa terdeteksi dua bulan sebelum gelombang terjadi. “Jadi, masyarakat kepulauan harus betul-betul memperhatikan pemberitahuan pihak terkait, tentang situasi air laut,†pintanya. (Nita, Esha)