Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-10-2009
  • 1420 Kali

Balai Desa Sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat

News Room, Rabu ( 14/10 ) Meskipun beberapa Desa di Daratan maupun Kepulauan di Kabupaten Sumenep masih belum memanfaatkan Balai Desa sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, namun di Desa Gedugan yang berada di Paling Timur tepatnya di Kepulauan dan Kecamatan Giligenting, keberadaan Balai Desa tetap merupakan centra dari semua kegiatan yang terkait dengan persoalan Pemerintahan Desa. Bahkan, tidak hanya para Perangkat Desa yang aktif masuk secara bergantian di Balai Desa. Namun, perwakilan dari tiap RT/RW masuk ke Balai Desa seminggu sekali. Sedangkan para Kepala Dusun (Kadus) dan Perangkat Desa masuk minimal seminggu 2 kali. Kepala Desa Gedugan, Rusnan kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/10) mengungkapkan, pihaknya tetap memberlakukan pengurusan semua administrasi di Balai Desa, meskpun demikian jika memang mendesak tetap melayani 24 jam. Hanya saja tetap dilakukan di Balai Desa. ”Kami tidak pernah melayani masyarakat dirumah, meski malam hari, saya melayani masyarakat di Balai Desa jika ada warga yang membutuhkan pelayanan tanda tangan dan yang lainnya selama 24 jam,” tegasnya. Disamping itu, pihaknya juga tetap mendahulukan perbaikan fasilitas dan sarana Balai Desa serta pembangunan sarana lainnya. Baik yang berupa sarana fisik maupun yang non fisik. Untuk Anggaran Dana Desa (ADD) tahun ini yang nominalnya mencapai Rp. 81 juta, diperuntukkan pembuatan pagar Desa yang panjangnya 197 meter, pembuatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di Dusun Lombi dengan volume 4 x 16 cm berupa los atau sejenis tempat yang menyerupai pasar. Sementara untuk proyek PNPM direncakan untuk pembuatan tangkis laut dengan panjang 400 meter, kedalaman 80 cm, tinggi 110 cm, ketebalan fisik tembok 40 cm, dan lokasinya direncanakan di Dusun Sumber menuju Aeng Karang. Disamping itu pula, PNPM juga direncanakan untuk pengerasan jalan dengan volume 2,5 × 610 meter. Sedangkan pekerja dari semua proyek di Desa Gedugan adalah masyarakat Desa Gedugan sendiri. Hal itu diakui Rusnan, juga untuk memberdayakan masyarakat, serta menumbuh kembangkan sikap gotong-royong yang saat ini sepertinya sudah mulai memudar. ( Ren, Esha )