Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-11-2010
  • 700 Kali

Bangga Dengan Kekayaan Seni, Budaya Dan Wisata Sumenep

News Room, Senin ( 01/11 ) Kebanggaan atas kekayaan akan seni, budaya dan pariwisata di Kabupaten Sumenep, sepertinya tidak bisa lepas dari dara cantik yang juga Cebbing Sumenep 2010, Triswati Damayanti. Dari perasaan bangga dan harunya, ketika mendengar lantunan lagu “Tandhuk Majeng” mata beningnya tiba-tiba berkaca-kaca menahan air mata keharuan. “Saat kegiatan Hari Jadi Ke 741 Kabupaten Sumenep dalam berbagai kegiatan kesenian, lagu itu selalu didendangkan, sehingga rasa haru itu juga sering datang,”ujarnya ketika ditemui News Room disela-sela acara “Semalam di Kraton” tadi malam. Triswati mengaku amat senang mendengar lagu-lagu dan menyaksikan berbagai pentas seni dan budaya Madura, khususnya Sumenep, sehingga ketika menjadi Cebbing Sumenep, praktis selalu menyaksikan berbagai penampilan seni dan budaya Sumenep. Apalagi tegas, gadis berambut panjang lurus ini, sebagai Cebbing Sumenep yang sekaligus sebagai Duta Wisata Sumenep harus banyak mengetahui dan mendalami kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Sumenep, sehingga ketika menjelaskan kepada wisatawan maupun kenalan dari luar Sumenep, dapat menyampaikan dengan benar dan jelas. Karena itu, dirinya juga menyambut baik keinginan para pemuda Sumenep, agar di Sumenep nantinya ada gedung pemuda, juga perlu adanya gedung kesenian yang bisa menampung dan tempat pembinaan berbagai kesenian dan kebudayaan yang ada di Sumenep. Bahkan, ketika wisatawan berkunjung ke Sumenep, tinggal mendatangi tempat-tempat itu untuk melihat dan menikmati berbagai penampilan kesenian dan kebudayaan Sumenep, disamping berkunjung ketempat-tempat wisata yang ada. Disamping itu, terkait dengan kekayaan wisata yang ada di Sumenep, Triswati berharap bisa lebih ditingkatkan pemeliharaan maupun sarana dan prasarana yang menunjang tempat wisata, agar lebih ramai dikunjungi wisatawan. Karena, ternyata berbagai tempat wisata di Sumenep, seperti Pantai Lombang, Slopeng serta tempat-tempat bersejarah, seperti Museum Keraton, Asta Tinggi dan sebagainya, setiap saat selalu ramai dikunjungi para wisatawan, baik regional, nasional hingga internasional. ( Ren, Esha )