Media Center, Rabu ( 16/12 ) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Teknologi Tepat Guna memprogramkan peningkatan pendayagunaan kelistrikan untuk kawasan perumahan dan permukiman, yakni dengan membangun jaringan listrik di kawasan terpencil dan kepulauan.
Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos mengungkapkan, jika listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat tak terkecuali masyarakat terpencil di pedesaan. Sehingga Pemkab Sumenep memprogramkan bantuan kelistrikan bagi masyarakat yang ada di kawasan terpencil dan kepulauan.
"Sebab, sesuai Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Sumenep sampai saat ini baru mencapai 71 persen, sehingga diperlukan upaya yang cukup ekstra baik Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkap Ramli, Rabu (16/12/2020).
Menurutnya, melalui pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil dan kepulauan maka perlu dibangun jaringan listrik yang bersinergi dengan program PLN. Sedangkan lokasi pembangunan jaringan listrik yang sudah dibangun di Kabupaten Sumenep meliputi, pembangunan jaringan listrik di Dusun Barat Sungai Desa Patian, Pembangunan jaringan listrik di Dusun Opelan dan Dusun Durbugan Desa Bilapora Barat Kecamatan Ganding, Dusun Lamojang Desa Pordapor Kecamatan Guluk-guluk dan pembangunan jaringan listrik di Dusun Jambangan Desa Bakiyong Kecamatan Guluk-guluk.
Di samping itu Pemkab Sumenep juga memberikan bantuan sambungan Instalasi Rumah (IR) dan sambungan rumah (kWh meter) gratis untuk masyarakat miskin yang belum memiliki sambungan kWh meter di rumahnya. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat miskin.
Ditandaskan, tujuan bantuan listrik ini untuk menurunkan jumlah keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumenep yang belum memiliki kWh meter atau sambungan listrik dari PLN. Sebab, sesuai peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) di Kabupaten Sumenep, meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan dan produktivitas keluarga kurang mampu penerima bantuan.
Sementara target dan sasaran bantuan listrik ini adalah masyarakat miskin yang masuk dalam Basic Data Terpadu (BDT) dan masuk dalam daftar masyarakat penerima subsidi PLN daya 450 Volt Ampere (VA).
"Untuk lokasi program bantuan listrik ini tersebar di 41 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Sumenep," tambahnya. ( Ren, Fer )