News Room, Rabu ( 08/08 ) Untuk tahap pertama Pemerintah Kabupaten Sumenep menyelengarakan pemberian bantuan sosial kemasyarakatan, keagamaan, anak yatim dan kaum dhuafa yang ditempatkan di Pendopo Agung Kraton Sumenep, untuk wilayah Eks Pembantu Bupati Kota Sumenep. selanjutnya untuk 4 Eks Pembantu Bupati lainnya akan dilaksaakan secara bertahap di bulan Ramadhan ini. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, MSi usai peyerahan bantuan secara simbolis, Rabu (08/08) mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya pemberian sejumlah bantuan tersebut untuk meningkatkan jalinan Ukhuwah Islamiyah antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan masyarakatnya. “Sebab, selama Ramadhan ini kita dianjurkan untuk memaksimalkan jalinan wathoniyah, basyariyah dan sabaniyah khususnya untuk wilayah daratan, sedangkan untuk kepulauan nantinya juga ada Safari Kepulauan,“ujarnya. Hal yang paling inti dengan kegiatan tersebut, yakni bagaimana penerima bantuan khususnya masyarakat kaum dhuafa dapat memiliki modal untuk memperbaiki diri, agar nantinya hidup lebih baik. Sebab, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi di wilayah Eks Pembantu Bupati Kota Sumenep merupakan tumpuan yang paling menonjol. Yakni sebanyak 187.773 jiwa dari 1 juta, masih banyak angka kemiskinannya termasuk jumlah pengangguran, lemahnya daya saing masyarakat dan sebagainya. Setidaknya data BPS tahun 2011, tercatat ada sekitar 5.829 orang yang masih nganggur dan sekitar 42.600 orang yang mencari pekerjaan. “Perlu adanya upaya untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan sebagainya. Dan itu merupakan tanggung jawab kita semua.”tambahnya. Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Abdullah Said, M.Si menjelaskan, berbagai bantuan yang diberikan di 5 Eks Pembantu Bupati, dilaksanakan sejak tanggal 8 hingga14 Agustus mendatang. Sedangkan di Eks Pembantu Bupati Kota Sumenep, yakni berjumlah 757 bantuan, dianataranya untuk kesejahteraan guru ngaji 67 orang , Pondok Pesantren 5 lembaga, 29 Masjid, 96 Mushollah, 150 anak yatim, 150 kaum dhuafa, sarung untuk 43 Kepala Desa, bantuan korban bencana 5 rumah tangga, biasiswa 75 mahasiswa, Japes Mandiri 3 Desa, Bantuan Keuangan Desa (BKD) 4 Desa, sembako 125 paket, bantuan penyandang cacat 14 orang, penyandang katarak 1, dan penyandang penyakit kusta 10 orang. ( Ren, Esha )