Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-09-2010
  • 648 Kali

Baru 10 Persen, Tembakau Sumenep Terserap Gudang

News Room, Selasa ( 21/09 ) Buruknya cuaca atau force major yang terjadi pada musim tembakau tahun 2010, menyebabkan baru 10 persen tembakau Sumenep terserap gudang. Padahal, 60 persen lahan yang ditanami tembakau sudah panen. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi ketika melakukan kunjungan ke perwakilan PT. Gudang Garam diwilayah setempat, pada Selasa (21/09) pagi. “Sesuai data, yang sudah panen tembakau mencapai 60 persen, sedangkan 40 persen sudah rusak akibat force major. Namun, yang terserap oleh PT. Gudang Garam baru 10 persen. Itu pun, tembakau yang kualitasnya sangat bagus,”kata Arief, pada wartawan digudang tembakau PT. Gudang Garam di Sumenep, Selasa (21/09). Arief berharap, pada pihak pabrikan untuk tetap melakukan pembelian hingga semua tembakau di Sumenep 100 persen terserap. “Mudah-mudahan keinginan kami dan petani tembakau di Sumenep seiring dengan pihak pabrikan, karena musim panen tembakau diperkirakan akan terjadi antara Oktober akhir sampai pertengahan bulan Nopember 2010 mendatang,”ujarnya. Sementara, Kuasa Perwakilan Tembakau PT. Gudang Garam di Sumenep, Freddy Kustianto, mengatakan, sampai Selasa (21/09) ini, tembakau yang berhasil dibeli baru mencapai 200 ton. “Jumlah ini masih jauh dari target pembelian sebanyak 3.825 ton. Untuk harga pembelian tembakau pada tahun ini, tertinggi mencapai Rp. 28.000,00 per-kilogram, sedangkan terendah Rp. 18.000,00 per-kilogram,”ungkapnya. Freddy mengungkapkan, harga yang diterapkan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2009 lalu. “Kami berharap, kedepan cuaca akan lebih bagus, karena akan berdampak pada harga pembelian tembakau. Kalau cuaca terus baik, kemungkinan harga bisa diatas Rp. 28.000,00 per-kilogram,”terangnya menambahkan. ( Nita, Esha )