News Room, Rabu ( 18/11 ) Temuan bayi laki-laki berusia sekitar 3 bulan yang sempat menghebohkan masyarakat Sumenep, tepatnya di pinggir Jalan Trunojoyo Desa Kolor Sumenep, Senin (16/11) sekitar pukul 12.10 WIB malam, oleh seorang pedagang sosis yang hendak pulang ke rumahnya, akhirnya dititipkan di UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Sidoarjo.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Hj. Zainurul Qomari, SH, MH kepada News Room di ruang kerjanya, Rabu (18/11) mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait seperti aparat kepolisian dan dari petugas kesehatan akhirnya, sambil menunggu proses lebih lanjut si bayi yang lucu tersebut dirawat di UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Sidoarjo.
“Hal itu dilakukan untuk mengamankan bayi dari hal-hal yang tidak diinginkan, serta bisa mendapat perawatan yang layak sebagaimana mestinya,”ungkapnya.
Diakui, kebaradaan bayi tersebut belum bisa serta merta dilakukan adopsi oleh seseorang termasuk si penemu bayi sebelum ada keputusan dari proses yang dilakukan petugas. Dan prosedur untuk mendapatkan hak adopsi anak tentunya juga harus melalui UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Sidoarjo.
Meskipun diakui mantan Kepala Bdiang Pemberdayaan Perempuan BPMP-KB Sumenep ini sudah ada beberapa orang yang memohon untuk mengadopsi anak yang bersangkutan.
Dijelaskan, beberapa persyaratan untuk mendapat ijin adopsi bayi tidaklah mudah. Seperti halnya yang bersangkutan calon orang tua anak harus berstatus menikah paling singkat 5 tahun, berumur paling rendah 33 tahun, dan paling tinggi 55 tahun, harus seagama dengan calon anak angkat, mampu secara ekonomi dan sosial.
Tidak hanya itu saja, namun calon orang tua asuh juga harus menyerahkan surat keterangan sehat dari Dokter, surat keterangan sehat jiwa dari Dokter spesialis jiwa, keteranan SKCK dan beberapa persyaratan lainnya yang sedikitnya ada 20 poin yang harus dipenuhi calon orang tua asuh.
“Jadi untuk menjadi orang tua asuh anak harus melalui kemanisme itu, hal tersebut agar anak betul-betul terjamin kehidupannya setelah menjadi anak asuh,”pungkasnya. ( Ren, Esha )