News Room, Kamis ( 21/11 ) Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Kepulauan Sumenep, berbuntut panjang. Kali ini, ribuan siswa SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA se Kecamatan/Pulau Masalembu, Kamis (21/11) pagi mendatangi APMS (Agen Premium Minyak dan Solar) setempat. Para siswa berunjuk rasa didampingi para guru. Mereka memprotes pendistribusian BBM bersubsidi yang dianggap curang. Salah seorang guru SMP Negeri 1 Masalembu yang ikut mendampingi para siswa berunjuk rasa, Sulaiman Fajar, mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap APMS yang keberadaannya tidak berfungsi. BBM di Masalembu kian lenyap dan harganya sudah mencapai Rp. 30.000,00 per-liter. "Ini puncak kekesalan kami warga Masalembu. Kelangkaan BBM yang terjadi sejak 2 bulan ini tidak juga teratasi. Keberadaan APMS sama sekali tidak membantu,"kata Sulaiman, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (21/11). Menurutnya, dengan kelangkaan BBM dan harga mahal, para siswa sering terlambat atau bahkan tidak masuk sekolah. Pihak sekolah tidak bisa menegur siswa, karena memang kondisi di lapangan sangat sulit. "Fakta di Masalembu sekarang ini, adalah BBM langka dan harga mahal. Akhirnya banyak siswa yang tidak sekolah, karena tidak mampu beli bensin,"terangnya. Ia menerangkan, para siswa saat ini berunjuk rasa ke ke APMS, menuntut transparansi pendistribusian BBM. Selama ini, APMS nyaris tidak pernah menjual BBM melalui dispencer. Sebagian besar BBM justru dijual ke sub agen dan pedagang-pedagang besar. "Sub agen ini kemudian menimbun BBM itu. Mereka menjual ke masyarakat dengan harga sangat mahal dan tidak wajar. Makanya kami berunjuk rasa ke APMS ini, menuntut agar distribusi BBM diutamakan untuk masyarakat,"tandasnya. Fajar mengungkapkan, selama ini, jam buka APMS di Masalembu juga tidak wajar, karena hanya malam hari, yakni jam 19.00 hingga 21.00. Siang hari APMS tutup. Bahkan masyarakat yang akan membeli BBM juga dibatasi, maksimal hanya Rp. 10.000,00. "Ini kan aneh. Masak APMS hanya buka malam hari? Kami menuntut agar APMS juga buka siang hari,"ungkapnya. Untuk mencari solusi dari persoalan itu, sejumlah perwakilan siswa dan guru tengah berdialog bersama pihak APMS dan Forum Pimpinan Kecamatan Masalembu. Setelah melakukan dialog yang cukup alot, akhirnya disepakati bahwa APMS siap memberikan jatah BBM pada masing-masing siswa dan guru dengan jatah 1,5 liter. ( Nita, Esha )