Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-09-2005
  • 673 Kali

BBM NAIK, PULUHAN PERAHU NELAYAN MOGOK KERJA

Sumenep-Infokom News Room : Naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan pada bulan Oktober mendatang, ternyata berdampak buruk bagi perekonomian para nelayan. Buktinya, puluhan perahu milik nelayan di pesisir pantai Tanjung Kecamatan Saronggi, selama 1 bulan terakhir mogok atau tidak melakukan aktifitas menangkap ikan. Salah satu nelayan Desa Tanjung, Matsuheri ketika dijumpai News Room, Selasa (20/09) menuturkan, tidak melautnya para nelayan tersebut, diakibatkan karena para nelayan itu mengaku tidak kuat untuk membeli BBM yang harganya melampaui batas kemampuan beli para nelayan, sehingga, pihaknya terpaksa tidak berlayar. Matsuheri menerangkan, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi, mengingat kehidupan para nelayan sangat bergantung pada BBM, untuk menangkap ikan di laut. Menurut Matsuheri, meskipun mayoritas para nelayan itu mogok berlayar, namun masih ada nelayan yang tetap nekat melakukan penangkapan ikan, walaupun dengan menggunakan bahan bakar campuran, yakni solar dicampur dengan minyak tanah. Karena itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar supaya memperhatikan nasib para nelayan yang sudah tidak bisa berbuat banyak, dengan adanya kenaikan BBM tersebut. Sebab, dengan kenaikan harga BBM itu, akan mematikan mata pencaharian para nelayan, yakni menangkap ikan di laut. ( Nita, Esha )