Sumenep-Kominfo News Room : Angin kencang yang disertai gelombang di Kecamatan Masalembu telah memporak-porandakan perahu nelayan dan perumahan penduduk di tepi pantai. Berdasarkan informasi dari Camat Masalembu, Moh. Mansyur, S.Sos, angin kencang dan gelombang yang terjadi 29 Desember 2006 lalu pukul 23.00 WIB mengakibatkan 7 perahu nelayan hancur di Desa Sukajeruk ditabrak kapal Ponton HL-1 PT. Sarana Samudra Banjarmasin, 14 rumah di pinggir pantai, plengsengan dan 6 perahu nelayan di Desa Masalima dihantam ombak, 3 perahu dagang rusak di dermaga pelabuhan Masalembu, 1 kapal pang-es tenggelam di Desa Masalima, 4 rumah rusak dan roboh dengan total kerugian seluruhnya mencapai kurang lebih Rp. 580 juta. Ketua Satlak PBP Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM mengatakan, menyikapi kondisi cuaca buruk awal tahun ini, pihaknya telah menginstruksikan kepada Satlak PBP, Tagana Kecamatan dan Puskesmas untuk selalu waspada, tetapi hal ini bukan berarti status siaga hanya sebagai antisipasi saja jika terjadi musibah seperti yang dinstruksikan Gubernur Jawa Timur, H. Imam Oetomo. Bahkan pihaknya menekankan Kecamatan dan Muspika terutama didaerah kepuluan untuk berkoordinasi dengan Kabupaten apabila di daerahnya terjadi musibah segera melaporkan kepada Pemerintah Daerah. H. Moch. Dahlan yang juga Wakil Bupati Sumenep ini mengemukakan, Pemerintah Daerah belum mengirimkan bantuan, karena sampai hari ini tidak ada satupun kapal yang berani beroperasi ke daerah itu, karena hari Sabtu pekan lalu kapal menuju daerah itu gagal berangkat. Terkait kerusakan perahu nelayan dan tangkis laut akibat dihantam kapal Ponton HL-1 milik PT. Sarana Samudra Tronton akan mendapat ganti rugi dari Profinsi Jawa Timur, karena kapal itu berada di Masalembu dalam rangka pelaksanaan proyek pelabuhan Masalembu yang didanai dari APBD Propinsi Jawa Timur. ( Yasik, Esha )