News Room, Jumat ( 20/11 ) Banyaknya hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Sumenep yang memiliki nilai dibawah standart, diakui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si karena masih banyak guru yang belum memahami Informasi Teknologi (IT). Sementara UKG dilaksanakan dengan meggunakan komputer.
Padahal, tegas mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep ini, UKG memiliki tujuan sebagai pemetaan guru, serta untuk melihat kualitas guru.
Untuk itu pihaknya tetap memberikan kesempatan bagi guru yang memiliki nilai UKG dibawah standart dapat meningkatkan kompetensinya melalui Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB).
“Jadi, UKG itu hanya melihat potensi akademik guru. Kalau misalnya tidak lulus salah satu mata peajaranl, tentu akan dilakukan uji kompetensi lagi di PKB,” ungkapnya.
Dijelaskan, di tahun 2015 ini ada sekitar 12.500 orang lebih guru di Kabupaten Sumenep yang mengikuti UKG yang memang dicanangkan Kemendikbud pusat secara bertahap pada tanggal 9 hingga 18 November.
Sementara pada tahun 2016 mendatang akan diprogramkan untuk SD dan SMP rujukan mutu di masing-masing Kecamatan. Bahkan, pihaknya akan mempersiapkan 20 unit komputer sebagai rujukan bahan pembelajaran komputer bagi guru maupun peserta didik, baik di daratan maupun kepulauan.
“Kompetensi guru menjadi prioritas utama kami untuk menciptakan siswa berkualitas dan berprestasi, sehingga tidak akan ada lagi disparitas antara guru daratan dan kepulauan,”tandsanya. ( Ren, Esha )