News Room, Sabtu ( 02/05 ) Bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional 02 April 2009, hari ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep dan Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep menggelar aksi damai di Depan Rumah Dinas Bupati Sumenep, Sabtu(02/05) tadi pagi. Puluhan mahasiswa menggelar orasi di depan pagar pintu Rumah Dinas Bupati Sumenep, sambil membawa poster bertuliskan soal matinya dunia pendidikan di Indonesia. “Kami berharap kepada Bupati dan para pejabat pendidikan di Kabupaten Sumenep, untuk betul-betul memperjuangkan anggaran pendidikan yang berpihak kepada rakyat,â€Âujar salah seorang orator aksi sambil memegang megaphone. Ketua PMII Sumenep, Muhri Zain kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya melakukan aksi damai tersebut untuk mengetuk hati para pejabat, khususnya Bupati Sumenep, agar benar-benar dapat merealisasikan konsep pendidikan di Kabupaten Sumenep dengan baik. Sebab, menurut Muhri Zain, selama ini pelaksanaan pendidikan di Sumenep masih terkesan kurang optimal dalam melaksanakan realisasi anggaran 20 persen untuk pendidikan, yang ternyata justeru banyak diperuntukkan untuk anggaran gaji pegawai dan sebagainya. Bukan untuk pelaksanaan biaya pendidikan sebagaimana mestinya. Diakhir aksinya, sebelum menyerahkan konsep yang akan diberikan kepada Bupati Sumenep, dibaca terlebih dahulu oleh salah seorang orator. Selanjutnya konsep yang terbungkus map merah itu diberikan kepada staf piket di Rumah Dinas Bupati Sumenep, dan para mahasiswa ini kembali ke markas PMII. Salah satu poin dalam konsep itu yakni, menyarankan Desain Grainer (Rancangan Konsep) Pendidikan Sumenep, optimasilasi serta komitmen pemerintah dalam meningkatkan anggaran Pendidikan di Sumenep yang masih belum optimal. serta perbaikan kinerja birokrasi pendidikan di semua lini. ( Ren, Esha )