Sumenep-Kominfo News Room : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja Sumenep menolak lembaganya untuk berkerja sama dengan BATAN dalam rangka pengembangan PLTN di Madura. Meraka melakukan aksi penolakan bersamaan dengan acara Workshop on Publik Information and Education Desalination antara UNIJA, BATAN dan IEIA di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Selasa pagi (28/11). Ditemui disela-sela aksinya, Ketua BEM UNIJA, Sugianto menjelaskan, pembangunan PLTN bukan alternatif terakhir untuk mengembangkan dan membangkitkan listrik, tetapi masih banyak cara untuk pengembangan listrik, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), karena PLTN akan membahayakan ekosistem sekitar pembangunannya. BEM UNIJA tetap akan menolak pembangunan PLTN di Madura, mengingat PLTN itu pemanfaatannya bukan untuk masyarakat Madura, tetapi sekitar 80 prosen pengembangan listrik dengan PLTN itu untuk masyarakat luar Madura. Sugianto mengatakan, meskipun pemerintah mengatakan bahwa pembangunan PLTN terjamin keamanannya, tetapi efek negatifnya tidak sepadan dengan efek positifnya. Ditempat yang sama Rektor UNIJA Sumenep, Dr. Ir. Ida Ekawati, MP menandaskan, aksi penolakan mahasiswa itu merupakan dinamika sebagai pendorong civitas lembaganya. Namun yang pasti UNIJA telah melakukan sosialisasi kepada mahasiswa, baik dampak positif dan negatif dari teknologi nuklir ini, hanya saja kemungkinan sebagian dari mahasiswa yang menolak itu belum sempat mengikuti sosialisasi dan memahami penggunaan teknologi nuklir secara utuh. Menyoal sosialisasi kepada masyarakat, Ida Ekawati mengaku, selama ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dibeberapa Kecamatan, bahkan dalam sosialisasi ini pihaknya juga menjabarkan keuntungan dan kerugian dari penggunaan tenaga nuklir tersebut. ( Yasik, Esha )