Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-09-2011
  • 353 Kali

Bendahara Dinkes Dijambret, Wajah Luka Memar

News Room, Kamis ( 08/09 ) Aksi perampokan disiang bolong, mulai marak di Sumenep. Korbannya, Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Roro Dewi Ratnadi (43) saat akan menyetor uang ke bank senilai Rp. 30 juta. Bahkan, disaat bersamaan, pada Kamis (08/09) pagi, warga Kota Sumenep juga menjadi korban perampokan, yakni Hj. Fatmi, ketika melintas di Jalan Pahlawan, bersama anaknya, Ifa. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban Roro mengemudikan sepeda motor hendak menyetor uang ke bank milik pegawai di lingkungan Dinkes, Kabupaten Sumenep. Namun, sesampainya di Jalan Lingkar Barat, tiba-tiba diserempet 2 orang pengendara sepeda motor menggunakan helm topong (penutup muka). Beruntung, dari 2 kejadian tersebut, tidak ada barang yang berhasil digondol para pelaku. Tas milik korban Roro yang berisi uang tunai senilai Rp. 30 juta pecahan Rp. 50 ribuan, dan perhiasan Hj. Fatmi selamat. Namun, korban Roro mengalami luka memar diwajah, dan Hj. Fatmi serta Ifa luka lecet dibagian tangan, karena terjatuh dari sepeda motornya. Saksi mata, Taufiq Rahman, warga Sumenep mengaku tidak tahu jika korban yang ditolong itu merupakan korban penjambretan. “Saya menolong korban dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Uang didalam tas masih utuh semua, tidak ada yang hilang,”terang Taufiq di ruang IRD RSUD dr. Moh Anwar Sumenep, Kamis (08/09). Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, kejadian 2 kasus penjambretan itu, langsung menjadi atensi pengamanan wlayah Kota Sumenep. “Kami langsung skat kota. Anggota masih dilapangan, untuk mendalami kasus penjambretan mulai keberangkatan hingga tempat kejadian perkara (TKP). Rencananya kan mau setor uang ke bank, tapi mampir dulu untuk ganti baju. Ini butuh pendalaman dari korban tersebut,”kata Kapolres. Kapolres memaparkan, untuk kasus yang menimpa bendahara Dinkes Sumenep itu, polisi sudah memeriksa tiga orang sebagai saksi. “Sedangkan uang senilai Rp. 30 juta, akan secepatnya kami kembalikan pada Dinas Kesehatan Sumenep. Syukur uang tersebut tidak sampai hilang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )