News Room, Selasa ( 04/01 ) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, memberi santunan pada keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Tinniyah binti Ali Wafa Matrangi (27), warga Dusun Guluk-guluk Timur, RT 03 RW 02, Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, yang meninggal dunia di Riyadh, Arab Saudi. Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Sumenep, Drs. Moh. Yusron, M.Si menjelaskan, sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberi santuan bagi keluarga TKI, yang meninggal dunia. “Bantuan itu untuk membantu biaya penguburan. Kami memang telah memberi bantuan pada keluarga almarhum Tiniyah, senilai Rp. 500.000,00,”kata Yusron, pada wartawan dikantornya, Selasa (04/01). Yusron juga mengungkapkan, kematian Tiniyah itu tidak ditemukan kejanggalan, dan dipastikan murni karena menderita sakit. “Sesuai hasil medical record dari kedutaan besar Indonesia, melalui pemeriksaan tim dokter Indonesia dan Riyadh, Arab Saudi, disebutkan kalau korban meninggal karena jantung dan paru-paru,”ungkapnya. Bahkan, Yusron memastikan, keberangkatan Tinniyah menjadi TKI di Riyadh, Arab Saudi, melalui jalur resmi. “Kami telah mengantongi identitas keberangkatan korban. Dipastikan, Tinniyah itu merupakan TKI legal, meski proses pemberangkatannya tidak melalui Disnakertran Kabupaten Sumenep,”terangnya menegaskan. Sebelumnya, tanggal 28 November 2010 lalu, sesuai surat dari Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Jakarta, dinyatakan bahwa merujuk faxsimili KBRI Riyadh Nomor BB-769/Riyadh/XII/10 tertanggal 30 Nopember 2010, TKI atas nama Tinniyah binti Ali Wafa Matrangi (27), meninggal karena serangan jantung. Janda beranak 1 ini menjadi TKI ke Arab Saudi. Dia berangkat pada bulan Oktober 2010. Korban memilih menjadi TKI untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga. Namun belum sempat mengirimkan uang, Tinniyah justru dikabarkan meninggal. Jenazah korban tiba di kampung halamannya pada hari Jumat (01/01). ( Nita, Esha )