Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-12-2013
  • 4901 Kali

Berkedok Jadi Dukun, Mesum Bersama Janda Di Masjid

News Room, Jumat ( 06/12 ) Ketua takmir Masjid Hairul Jannah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, berinisial SFD (55), sungguh keterlaluan. Masjid yang merupakan tempat suci untuk beribadah, malah dijadikan tempat mesum bersama seorang janda berinisial KS (45). Kejadian memalukan itu, bermula ketika Ketua Takmir Masjid yang selama ini juga dikenal sebagai dukun, meminta KS untuk menemuinya di masjid pukul 22.00 WIB. Karena dijanjikan akan diberi syarat untuk penglaris pentol dagangannya, korban pun memenuhi panggilan tersebut. Namun, setelah masuk masjid, bukannya diberi jimat penglaris, KS justru ditiduri oleh SFD. Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku, akhirnya keluarga korban melapor ke Polres Sumenep, Jumat (06/12) pagi. Firman Azhari (40), adik kandung KS, menuturkan, sebenarnya keluarga korban sudah membuka diri untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Karena SFD itu masih ada hubungan keluarga. Namun ditunggu 3 hari SFD tidak juga punya itikad baik menemui keluarganya, maka pihaknya memilih melaporkan kasus ini ke Polres Sumenep. “Kami sudah berupaya melaporkan ke Kepala Desa untuk membantu memediasi penyelesaian persoalan ini. Tapi ternyata tidak ada tanggapan. Bahkan keluarga kami diremehkan dan dihina oleh keluarga SFD. Makanya kami memutuskan untuk melaporkan ke Polisi,”terang Firman di Polres Sumenep, Jumat (6/12). Sementara Humas Polres Sumenep, AKP Bagyo Supriatmanto membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan/pemerkosaan yang dilakukan SFD terhadap KS, keduanya warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget. “Kejadiannya malam hari. Korban diminta tersangka datang ke masjid, karena korban perlu syarat untuk penglaris dagangan. Ternyata, sampai di masjid, korban disuruh masuk, pintu kemudian dikunci. Korban mengaku dipaksa melayani tersangka di dalam masjid,”ungkapnya. Bagyo mengungkapkan, menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi, termasuk warga di sekitar masjid yang sempat mengintai gerak-gerik mencurigakan SFD. “Sekarang baru korban yang kami periksa. Untuk pemanggilan tersangka akan kami lakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi,”pungkasnya. ( Nita, Esha )