Media Center, Senin ( 15/02 ) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang melayani jasa keuangan harus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, meskipun BPRS Bhakti Sumekar dituntut terus meningkatkan kinerja dalam rangka mengembangkan perusahaan, sehingga menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.
“BPRS Bhakti Sumekar menyetor PAD kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep sampai dengan akhir tahun 2020, sebesar delapan puluh miliar enam ratus sembilan puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tujuh puluh satu Rupiah,” kata Bupati saat meresmikan Gedung Kantor Divisi PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Sumenep, Senin (15/02/2021).
Berdasarkan jumlah total aset BPRS Bhakti Sumekar sampai akhir tahun 2020 mencapai Rp1,027 triliun atau tumbuh 6 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp966,3 miliar.
“Untuk itulah, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya harus dilakukan, karena bank yang berkembang tantangan terberatnya tentu saja kualitas jajaran BPRS Bhakti Sumekar agar mampu mempertahankan kinerjanya,” imbuh Bupati dua periode ini.
Selain itu menurut mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep dua periode ini, pengembangan jasa pelayanan di setiap kecamatan, mengingat secara geografis Kabupaten Sumenep terdiri dari daratan dan kepulauan.
Harapannya seluruh masyarakat di 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep bisa menikmati layanan jasa keuangan BPRS Bhakti Sumekar, karena di daerah-daerah pelosok ada masyarakat yang belum bisa mendapatkan jasa pelayanan bank konvensional.
“Yang jelas, pengembangan jasa pelayanan hingga ke pelosak bukan bentuk gagah-gagahan salah satu BUMD Pemerintah Daerah, tetapi adalah kebutuhan bagi masyarakat bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan pelayanan jasa keuangan,” tandasnya.
Bupati didampingi Direktur Operasional Hairil Fajar meresmikan Gedung Kantor Divisi PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) ditandai dengan penekanan tombol di layar bersama-sama sekaligus Bupati menandatangi prasasti.
Di tempat yang sama Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penyertaan modal, sehingga BPRS Bhakti Sumekar bisa berkembang hingga saat ini.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mempercayai BPRS Bhakti Sumekar sebagai perbankan untuk melayani transaksi keuangan," pungkasnya.
BPRS Bhakti Sumekar sejak tahun 2011 hingga 2019 telah membuka jaringan kantor cabang dan kas sebanyak 22 kantor, baik di wilayah Kecamatan daratan maupun Kecamatan di kepulauan. ( Yasik, Fer )