Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-06-2016
  • 480 Kali

Berubah Arah, Seni Tayub Sumenep Harus Diluruskan

News Room, Kamis ( 23/06 ) Sumenep memiliki banyak sekali ragam kesenian daerah. Namun, saat ini sudah banyak yang berubah bentuknya. Malah yang ironis, belakangan beberapa kesenian khas daerah mulai menjadi "tabu" karena mulai bercampur dengan kesenian luar. Seperti salah satunya Tayub.

"Padahal Sumenep atau Madura itu masyarakatnya agamis,"kata salah seorang pemerhati budaya di Sumenep, R.M. Muhlis, pada Media Center.

Dahulu, tayub merupakan kesenian tari panggung yang dipertontonkan dalam rangka menghibur tamu dalam pesta perkawinan. Saat itu yang dominan ialah mempertontonkan gerakan tangan yang gemulai dengan gerakan pinggul yang terbatas.

"Itu pun tanpa melihat lawan mainnya,"tambah Gus Muhlis. Namun, kini Muhlis melihat perubahan drastis. Beberapa gerakan yang ditunjukkan mulai mengarah pada hal-hal yang tak pantas.

"Penayub perempuan melantunkan kejung sambil menari dengan penayub pria. Dan di tengah asyiknya, penayub pria menyelipkan uang ke balik kutang, bahkan ada yang pakai mulut,"kata Gus Muhlis, geram. Padahal dulu, penayub tidak perlu uang. Ia sudah ditanggung penanggap.

"Sekarang malah jadi tanggapan umum, semua ingin menyelipkan uang, bahkan ke area tubuh yang tak pantas. Ini harus diluruskan,"imbuh Gus Muhlis. ( Farhan, Esha )