Sumenep-Kominfo News Room : Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Propinsi Jatim diminta untuk mendukung pembangunan Jatim seperti menekan jumlah buta huruf, meningkatkan sektor kesehatan, dan meningkatkan kebutuhan air bersih. Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprop) Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH M.Hum, ditemui usai pelantikan pengurus BKOW Propinsi Jatim Periode 2006-2011 di Bhinaloka Pemprop Jatim Jl. Pahlawan Surabaya, Rabu (20/06) mengatakan, jumlah angka buta huruf di Jatim saat ini dinilai cukup besar. Penilaian itu berdasarkan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) atau badan yang mengurusi pendidikan ilmu pengetahuan dan budaya yang menyebutkan bahwa masyarakat Jatim tidak mampu menguasai bahasanya sendiri dengan sempurna. Sebaliknya, justru mampu mengusai bahasa lain seperti Bahasa Arab. Padahal, menurut aturan dari Unesco itu, penduduk atau warga yang berdomisili asli di daerah tempat tinggalnya diwajibkan atau mampu menguasai bahasa negara sendiri. Penilaian Unesco itu dilakukan pada masyarakat Jatim yang bersekolah di kota santri. Hasilnya, mereka mampu menguasai bahasa arab dengan sempurna, sebaliknya tidak mampu berbahasa Indonesia dengan baik Dengan adanya penggurus BKOW yang baru dilantik ini, diharapkan mampu bekerjasama dengan Pemprop Jatim menekan angka buta huruf di Jatim. Selain itu, tugas BKOW di bidang kesehatan, yakni memantau perkembangan atau kondisi kesehatan masyarakat di tiap-tiap daerah terpencil. Untuk itu, BKOW Jatim harus berperan penting dalam dunia kesehatan. â€Selama ini, masyarakat kecil di pedesaan selalu mengeluh dengan biaya berobat di Puskesmas Rp. 5 ribu. Bagi mereka itu mahal, sehingga mereka memilih minum jamu paitan saja agar cepat sembuh,†kata Soekarwo. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) BKOW Propinsi Jatim Soenarsi Wadijono mengatakan, pihaknya mendukung penuh permintaan Gubernur Jatim Imam Utomo dalam meningkatkan pembangunan Jatim, khususnya dibidang pendidikan dan kesehatan Untuk bidang pendidikan, pihaknya sudah membuat program-program jangka panjang berbasis pendidikan seperti menggelar seminar dan pelatihan teknis bagi anggotanya. Sedangkan di bidang kesehatan, BKOW sudah membuat program, yakni menggelar seminar penyakit, bahaya narkotika, trafiking anak dan wanita serta seminar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Selain itu, program BKOW memberikan pelatihan kepada masyarakat yang putus sekolah tingkat SMP maupun SMA. Pelatihan itu berupa penguasaan materi maupun teknis menjadi baby sister yang sempurna. â€Sudah 150 orang baby sister yang bekerja hasil dari pelatihan BKOW,†katanya. (JNR,Ong )