Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-06-2008
  • 445 Kali

BLK Sumenep Gelar Pelatihan Rias Penganten

News Room, Selasa ( 17/06 ) Sebuah terobosan baru yang dilakukan Departemen Tenaga Kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep, dalam memberikan ketrampilan dan peluang kerja mandiri bagi masyarakat, rupanya mulai menerobos berbagai bidang. Jika sebelumnya BLK sering memberikan pelatihan ketrampilan berupa, menjahit dan bordil, las listrik, kripik singkong dan berbagai ketrampilan lainnya, namun saat ini BLK melaksanakan ketrampilan rias penganten. Ternyata pesertanya bahkan melebihi kapasitas yang ada. Terbukti, dari 2 paket yang hanya dijatah 16 orang per-paket, namun ternyata pendaftarnya lebih, akhirnya menunggu giliran tahun depan yang kemungkinan akan melaksanakan kembali pelatihan yang sama. Salah seorang Instruktur pelatih rias penganten, Hariani Kusni yang ditemui News Room, di sela-sela kesibukannya menuntun peserta pelatihan merias salah satu penganten yang juga sesama peserta di ruang praktek BLK Sumenep, Selasa (17/06) mengungkapkan, respon masyarakat rupanya cukup bagus dengan adanya pelatihan rias pengantin di BKL Sumenep itu. Namun karena memang jatahnya 32 dengan dibagi 2 kelas, yakni masing-masing kelas 16 orang. Bahkan Hariani mengaku bangga karena para peserta pelatihan sangat antusias dan benar-benar orang yang bersungguh-sungguh ingin mengembangkan ketrampilan di bidang rias pengantin. “Bisa Mas lihat hasil mereka berkarya. Dengan hanya tiga minggu diberi pelatihan dan praktek, mereka sudah dapat menciptakan karya yang luar biasa,” ujar Hariani sambil menunjuk beberapa siswanya yang sedang mendandani dan yang di dandani. Untuk sementara menurut Hariani, masih melakukan praktek penganten Solo, sebab disamping mudah sebagai ketrampilan dasar cukup baik dan tinggal melanjutkan pada penganten lain nantinya. Baginya memberikan bekal pengetahuan kepada orang lain adalah kepuasan tersendiri. Apalagi bila membuat orang yang dibina nantinya berhasil dalam profesinya. Sebab ketrampilan rias penganten cukup cerah dan prospektif sepanjang masa. Sementara Kepala BLK Sumenep, Drs. Hadi Matsuri mengaku akan terus memprogramkan pelatihan bagi masyarakat, agar dapat memiliki ketrampilan yang sesuai dengan keinginannya. Sebab, dalam pencanangan otorita Madura, sumber daya manusianya harus siap dan mampu berdiri sendiri. Dalam artian siap menghadapi tantangan jaman. ( Ren, Esha )